CONTOH TUGAS PRAKARYA KEWIRAUSAHAAN SEMESTER DUA TERBAIK DAN TERLENGKAP

TUGAS: PRAKARYA KEWIRAUSAHAAN SEMESTER: DUA

 

 

TUGAS: PRAKARYA KEWIRAUSAHAAN
SEMESTER: DUA
SMA l NEGERI 1 BONE
KOMPETENSI DASAR
Perencanaan Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dan Bahan Pangan Hewani
INDIKATOR
1.MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN AJARAN AGAMA YANG DIANUT
Sebagai insan yang beragama, apakah Anda sudah mendalami dan menghayati ajaran agama yang Anda anut? Sebagai bagian dari kehidupan sosial di sekolah dan di masyarakat, sudahkah Anda mengamalkan ajaran-ajaran agama Anda tersebut? Jika belum mengamalkannya, apa penyebab atau alasannya? Jika sudah, apa dan bagaimana bentuk pengamalan yang Anda lakukan?

       Agama mempunyai peranan krusial dalam kehidupan manusia. Baik sebagai makhluk pribadi maupun sebagai makhluk sosial, manusia akan mampu menjalankan peran kemanusiaannya yang luhur atau mulia jika sikap dan perilakunya senantiasa sesuai dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama mengajarkan dan mengarahkan para pemeluknya pada kebaikan dan kemuliaan hidup. 
       Agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk menghargai, membantu, serta bersikap adil, hormat, dan toleran terhadap sesama –– tidak hanya terhadap pemeluk agama yang sama, melainkan juga terhadap pemeluk agama lain. Bahkan, agama juga mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap dan berperilaku baik terhadap lingkungan hidup (alam, satwa, dan tumbuhan). Dengan begitu, orang yang dengan benar mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agamanya akan dengan ikhlas, lapang dada, dan senang hati bersikap dan berperilaku positif terhadap sesama manusia dan alam.

       Oleh sebab itu, sebagai pribadi, masyarakat, dan bangsa Indonesia, kita tidak hanya diwajibkan untuk beragama (memeluk salah satu dari enam agama yang diakui), melainkan juga dituntut untuk mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama yang kita peluk.  Hal ini kita lakukan sebagai wujud dari pelaksanaan tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai warga negara, umat beragama, makhluk sosial, dan makhluk ciptaan Tuhan. Mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama kita lakukan tidak lain demi kebaikan kita bersama, yakni kebaikan hubungan antara sesama warga negara, antara manusia dan alam atau lingkungan, serta antara manusia dan Tuhan.
2.MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN PERILAKU JUJUR,DISIPLIN,SANTUN,PEDULI,GOTONG ROYONG, KERJA SAMA,TOLERANSI,DAMAI )BERTANGGUNG JAWAB RESPONSIF DAN PRO AKTIF DALAM BERINTERAKSI SECAR EFEKTIF SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DILINGKUNGAN KELUARGA,SEKOLAH,DAN MASYARKAT.LINGKUNGAN ALAM SEKITAR ,BANGSA,NEGARA,KAWASAN,REGIONAL,DAN KAWASAN INTERNASIONAL.
1.      Sikap Rasa Ingin Tahu
Rasa Ingin Tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat dan didengarnya. Rasa ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat ditunjukan dengan mengemukakan pendapat dari berbagai macam sumber, dan  selalu bertanya pada guru atau teman jika belum menguasai pelajaran.
2.      Sikap Jujur
Sikap jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
3.      Sikap Disiplin
Sikap disiplin adalah tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan taat pada berbagai ketentuan dan peraturan. Sikap disiplin dalam proses pembelajaran dikelas dapat ditunjukan dengan datang tepat waktu, memperhatikan penjelasan dan pendapat guru maupun teman, dan mengikuti kegiatan dengan tertib.
4.      Sikap Tanggung Jawab.
Sikap tanggung jawab adalah sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana yang seharusnya dilakukan, baik terhadap diri sendiri, teman maupun guru. Dalam proses pembelajaran sikap tanggung jawab dapat ditunjukan dengan cara mengerjakan tugas sesuai yang telah ditentukan, berperan aktif dalam kelompok dan berani menanggung resiko atas perbuatan yang telah dilakukanya.
5.      Sikap Santun
Sikap santun adalah sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa ataupun cara berperilaku terhadap orang lain. Sikap santun di dalam prses pembelajaran dapat ditunjukan dengan sikap bicara yang sopan, bersikap hormat dan santun terhadap guru maupun teman.
6.      Sikap bekerja sama
Kerjasama merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu orang guna mewujudkan tujuan bersama.
7.Toleransi  adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
8. Gotong royong  adalah bekerja bersamasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas.
Penerapan sikap jujur kehidupan kita itu sangat perlu dan di butuhkan dalam kehidupan sehari hari. Karena sikap jujur itu adalah sikap yang baik dan terpuji.Kejujuran adalah sangat penting bagi setiap orang dan kia harus terbiasa menanamkan serta menerapkan itu alam kehidupan sehari hari. Karean setiap orang itu bebebeda mempunyai suatu perilaku dan tidak semua amanah bersifat umum dan terbuka. Ada amanah yang memang sengaja di berikan seseorang kepada orang lain, namunbersikap khusus atau rahasia. Karena itu, pentingnya sekali adaya kejujuran bagi orang yang memeganb amanah tersebut agar tidak terjadi penghianatan dengan menyebarkan amanah dengan menyebarkan kepada orang lain. Namun sebenaranya itu memegang tanggung jawab yang sangat bersar.
Kejujuran sangat di perlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Dan dalam keluarga, kejujuran sangat diperlukan agar rasa kekeluargaan yang ada dapat terjaga dan tertuuk dengan baik. Jika kejujuran tidak di biasakan dalam lingkup keluraga maka yang ada adalah pertengkaran dan akhirnya rasa kekelurgaan akan renggang. Karena kejujuran satu pondasi iman yang mendasari iman seseoarang karena ssesungguhnya iman itu adalah membenarkan dalm hati akan adanya Allah SWT. Maka orang yang tidak jujur dalam kehidupanya ituu oarng yang mehilangkan keimananya dalam hidupnya.
Penerapanya itu di mulai dari usia dini dan dan padaa keluarga bisa di terapkannya sikap jujur supaya dalam keluarga tersebut bisa terjalin lebih erat dan tidak ada kata bohong di dalam keluarga. Sikap jujur tersebut bisa di terapkan jika seorang anak itu melakukan sesuatu yang terjadi antara lain:
Jika bersalah harus mengakui kesalahanya
Antara ucapan dan perbuatan harus sama
Memberitakan sesuatu hal baik ke orang tua ataupun kedalam lingkungan masayarakat
Memegang dan menjalankan amanah dengan baik
Menerapakan sikap jujur memang sulit tetapi itu telah menjadi tuntutan hidup agar selalu berada dijalan yang benar, yaitu jalan yang diridhoi Allah SWT. Adapun beberapa cara selalu bersikap jujur. Dan seharusnya di mulai sejak kanak kanak kerena dengan semenjak  karena dengan semenjak kanak-kanak sikap jujur tersebut akan selalu melekat pada diri seoarang anak tersebut, karena dasarnya sikpa jujur itu tumbuh dengan membiasakan diri yang dibekali rasapercaya tanpa ada keraguan pun dari dalam diri. Sikpa kejujuran harus dikembangkan sejak dini. Anak-anak kita sejak kecil harus kita didik untuk jujur dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Oarang tua harus mejadi teladan bagi anak anaknya. Maka lakukan dengan secara perhalan-halan, dikit demi sedikit dan ditaapkan sehari hari. Dengan begitu sikap jujur dalam diri akan tumbuh secara perlahan dan bisa menjadi kebiasaan yang tidak mudah untuk hilang dari dalam diri. Dengaan itui semua bisa di terapkan oleh orang tua untuk melatih anak- anaknya untuk bersekiap jujur walaupun dari hal yang terkecil terlebih dahulu dengan itu semua akan sangat berpengaruh besar dalam kehidupan yang akan datang dan kehidupan bermasyaratkat.
Ada Banyak manfaat dari kita mempunyai sikap jujur dalam diri kita dan kita terapkan dalam kehidupan kita. Dalam menjani kehidupan sehari- hari tak merasakan terbebani.Namun memang sulit menerapakan dan membiasakan diri untuk bersikap jujur dalam kehidupan sehariari. Dan ada beberapa manfaat dari kita bersikpa jujur kepada orang lain dan pada diri sendiri:
Dalam menjani kehidupan ehari-hari tidak mersa terbebani apapun, dapat di maksudkan bila kita jujur, dan tidak ada kebohongan yang harus ditutup-tutupi. Dan apabila kita mau berbica bisa berbica apa danyadan tidak ada pantangan atau leluasa dalam bercetita kepada semua orang yang terjadi dalam kehidupannya. Dan sebaliknya malah kita tidak leluasa dalam bercerita.
Bisa timbul rasa percaya diri dalam dirinya, yangdimaksud kita mempunyai rasa optimis dalam kehidupan dan saat melakukan sesuatu tanpa ada keraguan dalam benak dengan dasar-dasr yang kuat walaupun hasil yang tidak memuaskan. Tentunya di masa yang akan datang akan sangat mempengaruhi dalam kehidupan di dalam banyak hal, mualai dari pekerjaan, hubungan keluarga, hubungan masyarakat, hubungan pertemanan dan banyak lagi.
Bersikpa jujur akan menimbulkan sikap positif, misasal dalm pemilu pasti akan tidak ada lagi yang suap.
Dampak sikpa jujur dalm keluarga tentunya membuat anggota keuarga tersebut menjadi nyaman. Karena anatar keluarga dapat berinteraasi atanpa beban dan saling membantu bila salah satu keluarganya dalam keadaan kesusahan.
Dengan sikap jujur pada seoarng pelajar dapat menimbulkan semua tugas atau pekerjanaya cepat selesai dan mudah dalam mengerjakan. Dan tidak ada amasalah yang menghadang.
Kejujuran membawa pelakunya bersikpa berani, karena pelakunya akan kokoh dalam tidak lakunya, dan karena pelakunya akan berpegang teguh dan tidak ragu-ragu dalm bertidak. Karena itu ada yang menyebutkan daa definisi jujur adalah berkata jujur atau benar di tempat yang membinasakan.
Ada juga sikap jujur dapat menimbulkan perilaku tidak bergantung denga orag lain
3.MEMAHAMI, MENERAPKAN, MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, PROCEDURAL, DAN METAKOGNITIF PADATINGKAT TEKNIS, SPESIFIK, DETIL, DAN KOMPLEKS BERDASARKAN RASA INGIN TAHUNYA TENTANG ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA,DAN HUMANIORA DENGAN WAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN TERKAIT FENOMENA DAN KEJADIAN, SERTA MENERAPKAN PENGETAHUAN PADA BIDANG KAJIAN YANG SPESIFIK SESUAI DENGAN BAKAT DAN MINATNYA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH.
1.      Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para ahli dalam mengkomunikasikan disiplin akademik, pemahaman, dan penyusunan dimensi pengetahuan secara sistematis. Elemen-elemen ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja pada disiplin ilmu tertentu yang membutuhkan perubahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
Pengetahuan faktual berisi elemen-elemen dasar yang harus siswa ketahui ketika mereka harus mencapai atau menyelesaikan suatu masalah. Elemen-elemen ini biasanya dalam bentuk simbol-simbol yang digabungkan dalam beberapa referensi nyata atau ‘rangkaian simbol’ yang membawa informasi penting. Pengetahuan faktual (factual knowledge) yang meliputi aspek-aspek
1.1. Pengetahuan Istilah
Pengetahuan istilah meliputi pengetahuan khusus label-label atau simbol-simbol verbal dan non verbal (contohnya kata-kata, bilangan-bilangan, tanda-tanda, gambar-gambar). Setiap materi berisi sejumlah label-label atau simbol-simbol verbal dan non verbal yang memiliki referensi khusus.
Contohnya :
·         Pengetahuan tentang alfabet.
·         Pengetahuan tentang syarat-syarat keilmuan.
·         Pengetahuan tentang kosakata melukis.
·         Pengetahuan tentang akunting.
·         Pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta dan bagan.
·         Pengetahuan tentang simbol-simbol yang digunakan untuk mengindikasikan pengucapan kata-kata yang tepat.
1.2. Pengetahuan Khusus dan Elemen-Elemennya
Pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. Pengetahuan khusus ini juga meliputi informasi yang spesifik dan tepat, contohnya saja tanggal yang benar dari suatu kejadian atau fenomena dan perkiraan informasi, seperti periode waktu suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi.
Contohnya:
·         Pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan sosial.
·         Pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan, kewarganegaraan, kebutuhan manusia dan ketertarikannya.
·         Pengetahuan nama-nama penting, tempat, dan peristiwa dalam berita.
·         Pengetahuan reputasi penulis dalam mempersembahkan bukti-bukti terhadap masalah pemerintah.

2.      Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan kategori dan klasifikasi serta hubungannya dengan dan diantara mereke-lebih rumit, dalam bentuk pengetahuan yang tersusun. Seperti, skema, model mental, atau teori implisit atau eksplisit dalam model psikologi kognitif yang berbeda. Semua itu dipersembahkan dalam pengetahuan individual mengenai bagaimana materi khusus di susun dan distrukturisasikan, bagaimana bagian-bagian yang berbeda atau informasi yang sedikit itu saling berhubungan dalam arti yang lebih sistematik, dan bagaimana bagian-bagian ini saling berfungsi. Contohnya, rotasi bumi, matahari, rotasi bumi mengelilingi matahari.
2.1.Pengetahuan Klasifikasi dan Kategori
Pengetahuan klsifikasi dan kategori meliputi kategori-kategori, divisi-divisi dan penyusunan yang digunakan dalam materi yang berbeda. Pengetahuan ini secara umum merefleksikan bagaimana para ahli berpikir dan menyelesaikan masalah mereka, dimana pengetahuan khusus menjadi penting dari masalah yang telah diselesaikan. Pengetahuan adalah sebuah aspek penting dalam mengembangkan sebuah disiplin akademik.
Contohnya :
·         Pengetahuan macam-macam tipe literatur.
·         Pengetahuan macam-macam bentuk kepemilikan usaha.
·         Pengetahuan bagian-bagian kalimat (kata benda, kata kerja, kata sifat)
·         Pengetahuan macam-macam masalah psikologi yang berbeda.
·         Pengetahuan periode waktu yang berbeda.
2.2. Pengetahuan Dasar dan Umum
Pengetahuan dasar dan umum meliputi abstraksi nyata yang menyimpulkan fenomena penelitian. Abstraksi ini memiliki nilai yang sangat besar dalam menggambarkan, memprediksikan, menjelaskan atau menentukan tindakan yang paling tepat dan relevan atau arah yang harus diambil.
Contohnya :
·         Pengetahuan generalisasi utama tentang kebudayaan khusus.
·         Pengetahuan hukum-hukum fisika dasar.
·         Pengetahuan dasar-dasar kimia yang relevan dalam proses kebudayaan dan kesehatan.
·         Pengetahuan prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran.
2.3. Pengetahuan Teori, Model dan Struktur
Pengetahuan teori, model dan struktur meliputi pengetahuan dasar dan generalisasi dengan hubungan timbal balik yang jelas, pandangan yang sistematis dalam sebuah fenomena yang rumit, masalah, atau materi. Pengetahuan ini merupakan formula yang abstrak.
Contohnya:
·         Pengetahuan hubungan timbal balik antara prinsip kimia sebagai dasar untuk teori kimia.
·         Pengetahuan struktur kongres secara keseluruhan (organisasi, fungsi)
·         Pengetahuan evolusi.
·         Pengetahuan teori tektonik.
·         Pengetahuan model genetika (DNA).

3.      Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu. Seperti pengetahuan keterampilan, algoritma, teknik-teknik, dan metoda-metoda yang secara keseluruhan dikenal sebagai prosedur. Ataupun dapat digambarkan sebagai rangkaian langkah-langkah.
3.1. Pengetahuan Keterampilan Umum-Khusus dan Algoritma
Pengetahuan algoritma digunakan dengan latihan matematika. Prosedur perkalian dalam aritmetika, ketika diterapkan, hasil umumnya adalah jawaban yang sulit karena adanya kesalahan dalam penghitungan. Walaupun hal ini dikerjakan dalam pengetahuan prosedural, hasil dari pengetahuan prosedural ini seringkali menjadi pengetahuan faktual atau konseptual.
Algoritma untuk penjumlahan seluruh bilangan yang sering kita gunakan untuk menambahkan 2 dan 2 adalah pengetahuan prosedural, jawabannya 4 semudah pengetahuan faktual. Sekali lagi, penekanan disini adalah berdasarkan pada pemahaman siswa dalam memahami dan menyelesaikannya sendiri.
Contohnya :
·         Pengetahuan keterampilan dalam melukis menggunakan cat air.
·         Pengetahuan ketrampilan yang digunakan dalam mengartikan kata yang didasarkan pada analisa struktur
·         Pengetahuan keterampilan macam-macam algoritma untuk menyelesaikan persamaan kuadrat
3.2. Pengetahuan Metode dan Teknik Khusus
Pengetahuan metoda dan teknik khusus meliputi pengetahuan yang sangat luas dari hasil konsensus, persetujuan, atau norma-norma disiplin daripada pengetahuan yang secara langsung lebih menjadi sebuah hasil observasi, eksperimen, atau penemuan.
Contohnya :
·         Pengetahuan metoda penelitian yang relevan untuk ilmu sosial.
·         Pengetahuan teknik-teknik yang digunakan oleh ilmuwan dalam mencari penyelesaian masalah.
·         Pengetahuan metoda-metoda untuk mengevaluasi konsep kesehatan.
·         Pengetahuan macam-macam metoda literatur.
3.3. Pengetahuan Kriteria Untuk Menentukan Penggunaan Prosedur yang Tepat
·         Pengetahuan kriteria untuk menentukan beberapa tipe essay untuk ditulis (ekspositori, persuasif).
·         Pengetahuan kriteria untuk menentukan metoda yang digunakan dalam menyelesaikan persamaan aljabar.
·         Pengetahuan kriteria untuk menentukan prosedur statistik untuk menggunakan data yang terkumpul dalam eksperimen.
·         Pengetahuan kriteri untuk menentukan teknik-teknik dalam menerapkan dan membuat pengaruh dalam melukis menggunakan cat air.

4.      Pengetahuan Metakognitif
Metakognitif ialah kesedaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Strategi Metakognitif merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berfikir dan pembelajaran yang berlaku. Apabila kesedaran ini wujud, seseorang dapat mengawal fikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajari. Jadi Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan mengenai pengertian umum maupun pengetahuan mengenai salah satu pengertian itu sendiri
4.1. Pengetahuan Strategi
Pengetahuan strategi adalah pengetahuan strategi umum untuk mempelajari, memikirkan dan menyelesaikan masalah.
Contohnya:
·         Pengetahuan informasi ulangan untuk menyimpan informasi.
·         Pengetahuan perluasan strategi seperti menguraikan dengan kata-kata sendiri dan kesimpulan.
·         Pengetahuan macam-macam strategi organisasi dan perencanaan.
4.2. Pengetahuan Mengenai Tugas-tugas Kognitif, termasuk Pengetahuan Kontekstual dan Kondisional
Pengetahuan ini meliputi pengetahuan yang membedakan tugas-tugas kognitif yang tingkat kesulitannya sedikit ataupun banyak, bisa saja membuat sistem kognitif ataupun strategi kognitif.
Contohnya :
·         Pengetahuan mengingat kembali tugas-tugas (contoh, jawaban singkat) yang dibuat secara umum dalam sistem memori individu yang dibandingkan dengan pengenalan tugas-tugas (contoh, pilihan berganda).
·         Pengetahuan buku sumber yang sulit untuk dipahami dibandingkan dengan buku biasa atau buku teks umum.
·         Pengetahuan tugas memori sederhana (contoh, mengingat nomor telepon).
4.3. Pengetahuan Itu Sendiri
Pengetahuan ini meliputi kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pengertian dan pembelajaran. Contohnya, siswa yang mengetahui tes itu lebih mudah yang bentuknya pilihan berganda dibandingkan dengan bentuk essey, karena memiliki pengetahuan sendiri dalam memilih keterampilan penilaian.
4.MENGOLAH, MENALAR, DAN MENYAJI DALAM RANAH KONKRET DAN RANAH ABSTRAK TERKAIT DENGAN PENGEMBANGAN DARI YANG DIPELAJARINYA DI SEKOLAH SECARA MANDIRI, DAN MAMPU MENGGUNAKAN METODA SESUAI KAIDAH KEILMUAN .
Kata konkret adalah kata yang acuannya semakin mudah dicerap pancaindera. Dan kata abstrak adalah kata yang acuannya tidak mudah dicerap pancaindera.
Kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang bersifat teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata abstrak terlalu diobral atau dihambur-hamburkan dalam suatu karangan, karangan itu dapat menjadi samar dan tidak cermat.
Contoh kata konkret: meja, rumah, mobil, air, nasi, kelapa, dan sebagainya.
Contoh kata abstrak: ide, kesibukan, gagasan, keinginan, angan-angan, kehendak, perdamaian, demokrasi, kejujuran, dan sebagainya.
Pengembangan pribadi meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Tidak ada batasan terhadap pengembangan diri, konsepnya melibatkan baik kegiatan formal maupun nonformal untuk mengembangkan orang lain dalam peran sebagai guru, pembimbing, konsultan, manajer, coach atau mentor. Ketika pengembangan diri melibatkan institusi, berarti merujuk kepada metode, program, sarana, tekhnik, dan sistem assessment yang mendukung pembangunan manusia pada tingkat individu dalam sebuah organisasi
Pengembangan pribadi dapat mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
·         meningkatkan kesadaran diri
·         meningkatkan pengetahuan diri
·         meningkatkan keterampilan atau mempelajari keterampilan baru
·         membangun atau memperbaharui identitas/harga diri
·         mengembangkan kekuatan atau bakat
·         meningkatkan kesejahteraan[butuh rujukan]
·         mengidentifikasi atau meningkatkan potensi
·         membangun kinerja sumber daya manusia
·         meningkatkan gaya hidup atau kualitas hidup
·         meningkatkan kesehatan
·         memenuhi aspirasi
·         memulai keberaniaan pribadi
·         mendefinisikan dan melaksanakan rencana pengembangan diri (PDPs)
·         meningkatkan kemampuan sosial
Pengembangan diri juga bisa termasuk pengembangan orang lain. Hal ini terkait dengan peran sebagai guru atau mentor, ataupun melalui kompetensi perseorangan (semisal keahlian seorang manager dalam mengembangkan potensi karyawan) atau melalui jasa professional (semisal menyediakan training, assessment dan pelatihan).
Di samping meningkatkan diri sendiri dan orang lain, pengembangan diri ditandai sebagai bidang praktik sekaligus bidang penelitian. Sebagai bidang praktik, itu mencakup metode pengembangan diri, program pembelajaran, sistem assessment, sarana dan tekhnik. Sementara sebagai bidang penelitian, tema-tema pengembangan diri secara drastis bermunculan di dalam jurnal-jurnal ilmiah, dalam review-review pendidikan tingkat tinggi, jurnal management dan buku-buku bisnis.
Berbagai bentuk pengembangan―baik ekonomi, politik, biologi, organisasi atau perseorangan―membutuhkan kerangka kerja untuk mengetahui apakah sebuah perubahaan benar-benar terjadi. Dalam kasus pengembangan diri, seorang individu kerap kali bertindak selaku juri apakah terjadi peningkatan atau kemunduran, tapi validasi peningkatan membutuhkan assessment menggunakan kriteria standar. Kerangka kerja pengembangan diri bisa termasuk sasaran atau patokan yang menentukan titik akhir, strategi atau rencana untuk mencapai sasaran, pengukuran dan assessment kemajuan, tahapan-tahapan yang menunjukkan lompatan/kemajuan selama proses pengembangan, dan sistem feedback yang menyediakan informasi atas perubahan.
KOMPETENSI DASAR 3.7
MEMAHAMI PERENCANAAN USAHA PENGOLAHAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN PANGAN HEWANI MELIPUTI IDE,DAN PELUANG USAHA ,SUMBER DAYA, ADMINITRASI DAN PEMASARAN
INDIKATOR
1.Memahami Ide Dari Peluang Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani.
Makanan jadi adalah makanan yang dapat langsung disajikan dan dimakan. Makanan setengah jadi membutuhkan proses untuk mematangkannya sebelum siap untuk disajikan dan dimakan. Makanan kering khas daerah yang dapat langsung dimakan contohnya keripik balado dari daerah Sumatera Barat dan kuku macan dari Kalimantan Timur. Makanan kering khas daerah yang tidak dapat langsung dimakan misalnya kerupuk udang sidoarjo dan dendeng sapi aceh.
Bahan pangan, baik nabati maupun hewani memiliki sifat perishable, yaitu mudah mengalami kerusakan (pembusukan). Kerusakan disebabkan karena adanya proses kimiawi yang terjadi di dalam makanan tersebut. Selain itu, kerusakan juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain: pertumbuhan mikrobia, adanya aktivitas enzim, reaksi kimia antar komponen bahan pangan, kesalahan penanganan selama proses dan  penyimpanan, maupun kontaminasi serangga dan parasit. Oleh sebab itu, dilakukan  proses pengawetan untuk menghindari kerusakan dan memperpanjang umur simpan  bahan pangan.
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani  adalah cara yang digunakan untuk membuat bahan pangan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia bahan pangan.
1). Riset Pasar, yaitu sebuah kegiatan penelitian memperoleh data dalam pemasaran untuk menyusun rencana-rencana dalam pemasaran.
2). Hasil Riset, yaitu dari penelitian tersebut kamu akan memperoleh hasil dari data yang kamu miliki, misalnya makanan yang dihasilkan harus awet, harus higienis, dan bervariasi rasanya.
3). Pengembangan Produk, dari sinilah kamu mulai mengembangkan produk seperti membuat rancangan dan pengujian konsumen.
4). Hasil Rancangan, dari pengembangan produk tadi dapat diperoleh hasil rancangan yang telah kamu buat.
5). Proses Produksi, dalam tahapan ini kamu mulai membuat produk makanan yg kamu inginkan dgn cara menentukan bahan serta peralatan dan cara kerjanya.
6). Produk, dari proses produksi tersebut kamu akan menghasilkan produk.
7). Distribusi & Pemasaran, mulai kegiatan memasarkan produk kamu dgn cara distribusi ke tempat tertentu atau kamu bisa membuat dagangan sendiri di pasar.
8). Evaluasi, catat apakah produkmu habis laku atau tidak, misalkan kalau laku kamu bisa memperbanyak produkmu dan menjualnya kemanapun, tapi kalau tidak kamu harus terus mencoba membuat produk sebagus mungkin agar bisa dijual laku di pasaran.

2.Memahami Analisis Peluang Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani.
Peluang usaha adalah suatu ide investasi atau usulan bisnis yang menarik serta memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi seseorang yang berani mengambil resiko.
Untuk menjadi peluang usaha yang bagus maka harus memenuhi kriteria diantaranya adanya :
1.    permintaan nyata terhadap barang atau jasa
2.    tingkat pengembalian nilai
3.    kompetitif
4.    pencapaian tujuan
5.    ketersediaan sumber daya dan kompetensi
Peluang di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, diantaranya :
a)    Jasa Service, merawat dan memperbaiki bila terjadi kerusakan pada alat-alat yang sering kita pergunakan. Seperti Servis TV, Radio, Mobil, Motor, dan lainnya.
b)    Jasa Hiburan, memberikan hiburan untuk mengurangi stress, seperti : bioskop, diskotik, café, restoran dan sebagainya.
c)    Jasa Transportasi, menyediakan angkutan bagi masyarakat. Seperti : rental mobil, dll.
d)    Jasa Perantara, membantu masyarakat yang akan menjual dan membeli barang.
e)    Jasa Kesehatan, seperti : sarana kebugaran, fitness, rumah sakit, pengobatan alternative.
f)    Jasa yang lain, seperti, catering, editor, terjemahan, dan lain-lain.

          Sedangkan dalam pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk-produk yang :
          1) Mudah dalam pemakaian
          2) Efisien dalam penggunaan
          3) Kualitas produk terjamin
          4) Hemat dalam pemakaian
          5) Adanya jaminan kemanan dalam pemakaian.

b)   Pemetaan Peluang Dan Pemanfaatan Peluang Usaha
Ada kriteria atau faktor yang mencerminkan untuk mengidentifikasi dan menilai  peluang usaha serta memanfaaatkannya, yaitu  faktor  :
v  Kondisi industri dan pasar
v  Lamanya masa “peluang produk”
v  Tujuan pribadi dan kompetensi yang dimiliki wirausaha
v  Tim manajemen
v  Modal, teknologi, dan sumber daya lain yang dibutuhkan
v  Kondisi lingkungan
v  Studi kelayakan dan rencana usaha
Kadang-kadang seseorang yang ingin membuka usaha baru didorong oleh rasa optimis berlebihan, jadi kita harus dapat mengevaluasi usaha tersebut, menurut Bygrave ada 3 komponen yang harus diteliti untuk membuka usaha baru :





c)Menganalisis Peluang Usaha Dengan Analisis SWOT

Untuk dapat menganalisis peluang usaha  bisa dengan menggunakan analisis SWOT yaitu  :
a.    Strength adalah kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untuk mencapai sasaran
b.    Weakness adalah  Kelemahan apa yang membatasi atau menghambat usaha kita.
c.    Opportunity adalah Peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan
d.    Threat adalah Ancaman apa saja yang terjadi saat kita berusaha

3.Memahami Sumber  Daya Yang Dibutuhkan Untuk Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Hewani.
Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Pengolahan MakananAwetan
1.Material (Bahan)Merupakan bahan baku yang digunakan untuk mengolah makanan awetan.Perusahanumumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan, melainkanmembeli dari pihak lain.Ex. Manisan mangga dibuat dengan menggunakan bahan dasar buah mangga muda.
2.Man (Manusia)SDM merupakan salah satu faktor produksi yang paling penting. Manusia merupakanunsure manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
3.Money (Uang)Merupakan salah unsur yang tidak dapat diabaikan. Besar kecilnya hasil kegiatan dapatdiukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/industri. Uang ini akanberhubungan dengan modal yang dikeluarkan, membiayai gaji tenaga kerja, alat-alatyang harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai
4.Market (Pasar)Meliputi pendistibusian produk pengolahan makanan awetan. Memasarkan suatuproduk memiliki peran yang sangat penting sebab jika barang yang diproduksi tidaklaku, proses produksi barang akan terhenti.Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakanfaktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai, kualitas danharga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli konsumen.
5.Machine (Mesin)Mesin memiliki peranan dalam proses produksi setelah terjadinya revolusi industridengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak pekerjaan manusia yang digatikanoleh mesin. Perkembangan teknologiyang begitu pesat sangat memungkinkanpeningkatan dalam produksi6.
                     
Method (Cara)Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien.Metode kerja ini bisa menyangkut proses produksi maupun administrasi. Dalam prosesproduksi bisa meliputi teknik pengolahannya maupun komposisi bahan baku yang pas.
4.Memahami Administrasi Dan Pemasaran Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani.
1.      Pengertian Administrasi
Menurut H.A. Simon: administrasi adalah suatu kegiatan dari suatu kelompok orang yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Prof. Dr. S prajudi atmosudirjo: administrasi adalah proses dan tata kerja yang terdapat pada setiap usaha, apakah usaha kenegaraan atau swasta, usaha sipil atau militer, usaha besar atau kecil.
Secara garis besar administrasi  adalah suatu proses yang umumnya terdapat pada usaha kelompok negara, swasta, sipil, atau militer serta berbagai bentuk perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama.

Ciri-Ciri Administrasi
Dari pengertian administrasi tersebut, dapat kita ketahui bahwa administrasi mempunyai ciri – ciri sebagai berikut:
1. Adanya sekolompok orang
2. Adanya kerja sama dari sekelompok orang
3. Adanya tujuan yang harus dicapai
4. Adanya proses kegiatan usaha
5. Adanya aspek bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan
2.      Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, menghasilkan barang atau jasa, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa. Atau suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Ada beberapa aspek pemasaran yang bisa membantu suksesnya proses berwrausaha yang perlu diketahui diantanya yaitu sebagai berikut:

1. Rencana pemasaran (marketing plan) 
Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya.

Untuk menyusun marketing plan maka perlu dijawab tiga pertanyaan berikut:
* Where have we been ?
* Where do we wan to go?
* How do we get there (Hisrich-Peters, 1905: 139)
Pertanyaan di atas perlu diidentifikasi dan dijawab dari mana kita berangkat? Untuk itu harus diperhatikan latar belakang perusahaan, kekuatan dan kelemahan perusahaan, bagaimana keadaan persaingan, serta bagaimana peluang dan kendala yang dihadapi.
Kemudian kemana arah yang dituju? Disini perlu ditetapkan sasaran marketing untuk masa yang akan datang.

Lalu bagaimana mencapai sasaran itu? Disinilah perlu ditetapkan strategi pemasaran. Mungkin juga perlu dilakukan penelitian pemasaran. Anggaran belanja perlu disiapkan untuk pelaksanaan rencana ini.

2. Menyusun marketing plan
Format marketing plan tentu tidak sama pada semua perusahaan, karena kegiatan usahanya berbeda. Akan tetapi, yang penting adalah core strategy-nya, marketing plan memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Analisis situasi (S.W.O.T)
2. Tujuan pemasaran (marketing objectives)
3. Strategi inti (core strategy)
4. Jadwal pelaksanaan (action plan)
5. Anggaran pemasaran (marketing budget)
6. Kontrol (control)

3. Analisis (S.W.O.T)
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu spekulasi bisnis. Yang dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan yang terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan ancaman baru.

4. Wirausaha Harus Melaksanakan Konsep Pemasaran
Ada lima konsep yang berkembang yaitu konsep produksi (production consept), Konsep produk (product consept), konsep penjualan (selling cosept), konsep pemasaran (marketing consept), konsep sosial (sosietal consept).

* Konsep Produksi (Production Consept)
Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan, bahwa konsumen ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan dimana-mana,. Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara massal, menekankan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari saingan.

* Konsep Produk (Product Consept)
Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja. Produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please onself, hanya menuruti bagaimana selera prosusen sendiri. Produsen hanya melihat kecermin, tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya memperhatikanwajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya. Lain halnya dengan melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan, produsen memperhatikan orang lain.

* Konsep Penjualan (Selling Cosept)
Disini produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu, denagn berbagai teknik promosi. Hal yang penting disini ialah adanya kegiatan promosi secara meksimal. Paham dari konsep ini aialah, konsumen pasti akan mau membeli barang, bila mereka dirangsang untuk membeli. Promosi besar-besaran adalah merupakan ciri khas dari selling concept.

* Konsep Pasar (Marketing Consept)
Disini produsen tidak sekedar membuat barang, tidak pula asal melancarkan promosi. Akan tetapi, produsen memusatkan perhatian pada perhatian konsumen, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini produsen tidak lagi melihat cermin tetapi dia meliahat jendela. Dengan melihat jendela berarti dia memeperhatikan orang yang berada diluar bagaimana gerak-gerik, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan, selera konsumen. Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen. Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi yang mengharapkan sesuatu dari barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu ada sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini dapat dipuaskan, maka kegiatanmerketing perusahaan akan mencapai sukses.

* Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Sosial Concept) Responsibility
Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan,. Karena banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah, maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen, maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral, untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam artiluas, harus menghasilkan barang yang baik tidak merusak kesehatan masyarakat. Menggunakan seumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan kebersihanudara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan oleh mesin pabrik. Smeua ini harus dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab tidak mementingkan keuntungan perusahhan semata.

Artinya konsep marketing yang berwawasan sosial adalah konsep yang berusaha memenuhi kebutuhan keinginan dan minat konsumen sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen secara efisien dan efektif dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
5.Memahami Komponen Perencanaan Usahan Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani.
Perencanaan usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.

Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:
a) Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas.
b) Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
c) Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang.
d) Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi.
e) Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.

Apabila suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka dengan membuat perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.
2. Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien.
3. Menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4. Menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan.
Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
6.Memahami Langkah-Langkah  Penyusunan Perencanaan Usaha Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani.
1. Mengidentifikasi Peluang Usaha
Pada umumnya, suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih lebih kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.

2. Menentukan jenis usaha yang akan dilakukan
Berdasarkan langkah indentifikasi akan diperoleh berbagai alternative jenis usaha yang mungkin dipilih. Dari sejumlah alternatif yang ada

3. Melakukan studi kelayakan usaha
Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan. Maksud layak di sini dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut:
1) Aspek pasar dan pemasaran
Kelayakan usaha dilihat dari aspek pasar dan pemasaran ditunjukkan
oleh ada tidaknya peluang pasar untuk diraih. Suatu jenis usaha layak
dilaksanakan apabila jenis usaha tersebut memiliki peluang pasar yang
relatif tinggi. Peluang pasar ditunjukkan oleh ekses permintaan. Ekses
permintaan terjadi jika jumlah permintaan melebihi jumlah
penawarannya. Semakin tinggi ekses permintaan, semakin tinggi
peluang pasar, dan karena itu semakin layak jenis usaha tersebut
untuk dilaksanakan.
2) Aspek produksi
Kelayakan usaha dilihat dari aspek produksi diantaranya berkenaan
dengan lokasi usaha yang direncanakan, fasilitas dan peralatan
produksi, pasokan bahan baku, serta ketersediaan tenaga kerja. Suatu
proyek dikatakan layak dilihat dari aspek produksi ditandai oleh lokasi
usaha yang strategis, tersedianya fasilitas dan peralatan produksi yang
memadai, tersedianya pasokan bahan baku yang terus menerus, serta
tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan.
3) Aspek finansial
Kelayakan usaha dilihat dari aspek finansial berkenaan dengan
manfaat yang mungkin diperoleh oleh investor atau pengusaha.
Manfaat ini disebut sebagai laba bisnis atau laba usaha (business
profit), yaitu pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi dengan
seluruh biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha. Dilihat dari
aspek finansial, suatu jenis usaha layak dilakukan apabila jenis usaha
tersebut mampu memberikan laba usaha yang memadai kepada
investor dan/atau kepada pengusaha yang menjalankan usaha
tersebut.
4) Aspek organisasi dan manajemen
Kelayakan usaha dilihat dari aspek organisasi dan manajemen
berkenaan dengan struktur kepemilikan usaha, struktur organisasi,
serta tim manajemen yang mengelola jenis usaha yang direncanakan.

4. Menyusun Proposal Usaha
Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari perencanaan usaha. Proses dan perencanaan usaha selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
a) Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.
b) Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.
c) Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
d) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
e) Cara-cara pendistribusian.
f) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
g) Selera konsumen.
KOMPETENSI DASAR 4.7
MENYUSUN PERENCANAAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN PANGAN HEWANI MELIPUTI IDE DAN PELUANG USAHA SUMBER DAYA ADMINISTRASI DAN PEMASARAN.
INDIKATOR
1. MENYUSUN PERENCANAAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN PANGAN HEWANI  MELIPUTI IDE DAN PELUANG USAHA SUMBER DAYA ADMINISTRASI DAN PEMASARAN
SUMBER DAYA USAHA
1.      Man ( Manusia )
Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi disamping tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menganggap sama manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap kurang tepat, baik dilihat dari segi  konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia adalah unsur manajemen yang paling penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
2.      Money ( Uang )
Money atau uang adalah salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang adalah alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan bisa diukur dari segi jumlah uang yang beredar di suatu perusahaan atau industri.
Oleh sebab itu, uang merupakan unsur yang penting dalam mencapai tujuan karena segala sesuatu mesti diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan guna membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan yang harus dibeli, dan berapa hasil yang akan dicapai dari sesuatu organisasi.
3.      Material ( Fisik )
Perusahaan umumnya tidak membuat sendiri bahan mentah yang dibutuhkan, melainkan membeli dari pihak-pihak lain. Karena itu, manajer perusahaan berusaha agar dapat memperoleh bahan mentah dengan harga yang  termurah, dengan menggunakan pengangkutan yang murah dan aman.

Disamping itu, bahan mentah itu akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil yang lebih efisien.
4.      Machine ( Teknologi )
Mesin mempunyai peranan penting dalam proses produksi setelah terjadinya revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak perkerjaan manusia yang dapat digantikan ataupun dibantu oleh mesin.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat juga menyebabkan penggunaan mesin makin menonjol. Hal ini dikarenakan banyaknya mesin baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan peningkatan dalam produksi.
5.      Method ( Metode )
Metode kerja amat dibutuhkan agar mekanisme kerja dapat berjalan efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik yang menyangkut proses produksi ataupun administrasi tidak dapat terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang cukup lama.
6.      Market ( Pasar )
Pemasaran produk mempunyai peranan yang sangat penting karena apabila barang yang diproduksi tidak laku di pasaran, proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja pun tidak akan dapat berlangsung.
Oleh karena itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi adalah faktor yang cukup menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai, kualitas dan harga barang mesti sesuai dengan selera konsumen serta terjangkau dengan daya beli konsumen.
Menyusun perencanaan usaha 

Pada umumnya banyak orang pada saat awal membuka usaha baru banyak mengalami 
kegagalan. Kegalan ini antara lain disebabkan karena pada saat membuka usaha tidak
menyusun perencanaan terlebih dahulu, sehingga apa yangdilakukan tidak didasarkan pada
perhitungan awal. Membuka usaha baru tidak mungkin tanpa ada rencana sebelumnya.
Rencana perlu disusun betapapun sederhananya secara tertulis. Perencanaan yang tidak
tertulis pasti sudah ada rekayasa didalam pikiran seseorang yang akan membuka usaha,
seperti rekayasa tentang usaha apa yang akan dipilih,tempatnya dimana, siapa
konsumenya, dibutuhkan modal berapa, berapa perkiraan tentang keuntungan yang akan 
diperoleh. 
Dinyatakan oleh David H. Bangs, Jr (1995:x), apabila seorang pengusaha yang tidak bisa
membuat perencanaan sebenarnya merencanakan kegagalan. Ungkapan ini benar,dari
hasil pengamatan para pemilik perusahaan kecil yang menyisihkan waktu untuk mengkaji
semua strateginya,menggunakan informasi untuk menguji kebenaran pendapatnya, dan
cukup pandai mengenali kekurangan dirinya adalah pengusaha yang tidak mengalami
kegagalan. 
1. Analisis pasar                   
Analisis pasar adalah suatu penganalisasisan atau penyelenggaran untuk mempelajari berbagai masalah pasar. Analisis pasar dilakukan setelah produk sudah ditentukan, dan menejemen sudah siapkan , maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengadakan analisa pasar. Maksudnya agar ketika produk peternakan yang kita usahakan sudah berproduksi dengan baik dan manajemen yang dilakukan sudah benar maka kita tidak akan bingung mau di kemanakan produk yang telah kita buat.
Keberhasilan usaha perusahaan dapat ditentukan oleh ketepatan strategi pemasaran yang di terapkannya dengan dasar memeperhatikan situasi dan kondisi dari analisis pasarnya. Dengan melakukan analisis pasar maka dapat diketahui berapa kebutuhan telur, suplier telur pada saat ini, harga telur maupun tata niaga telur. Besarnya pasar dapat di tentukan oleh besarnya permintaan dan penawaran terhadap barang atau jasa yang di butuhkan para konsumen. Sedangkan mengenai ruang lingkup pasar, biasanya mencakup luasnya pasar, misalnya luas pasar menurut geografis, pendidikan para konsumen, profesi para konsumen, tingkat umur para konsumen, dan lain sebagainya. Dengan melakukan analisis pasar maka dapat diktahui.
                  
2. Mencari informasi harga sarana produksi
Informasi harga yang utama harus diketahui oleh seorang pengusaha agribisnis unggas petelur adalah harga : kandang, pakan, pullet, obat, vitamin, peralatan dll

3. Menghitung biaya produksi
Biaya produksi dapat dibedakan dua yaitu biaya investasi atau biaya tetap dan biaya variabel atau biaya tidak tetap
·                     Biaya investasi adalah biaya yang pada umumnya dikeluarkan pada awal kegiatan proyek dalam jumlah yang cukup besar. Biaya investasi atau biaya tetap (Fix cost) adalah biaya untuk investasi yang tidak habis pakai. Komponen biaya tetap terdiri dari tanah, bangunan yang terdiri atas kandang, gudang pakan dan gudang peralatan serta peralatan (tempat pakan doc, tempat pakan, tempat minum, pemanas, tabung, selang gas, drum plastik, hand sprayer /semprotan gendong , ember plastik, timbangan salter, timbangan duduk, sekop, kereta dorong , sumur air, pompa air, tower air, jaringan air dan jalan.
·                     Menghitung biaya variabel/ tidak tetap: Biaya tidak tetap atau sering disebut variable cost merupakan biaya yang habis pakai dan bisa berubah-ubah tergantung jumlah ayam. Komponen biaya tidak tetap terdiri dari pakan starter, pakan grower dan pakan layer, vaksin, obat-obatan, vitamin, doc, desinfektan, sekam, gas LPG, listrik, tenaga kerja , air minum dan pemasaran.

4.Menghitung pendapatan
Pendapatan dari usaha budidaya unggas petelur adalah telur, unggas afkir yaitu baik unggas-unggas yang tidak produktif dari hasil culling pada periode produksi maupun unggas culling karena masa produksinya sudah berakhir serta kotoran (pupuk kandang). Jadi jumlah pendapatan adalah pendapatan dari total dari jumlah telur yang diproduksi ditambah pendapatan dari penjualan unggas afkir dan penjualan pupuk kandang.  

5. Menghitung hasil usaha
Hasil usaha dapat dihitung setelah diketahui total dari pendapatan dan biaya. Suatu usaha dikatakan untung apabila pendapatan lebih besar daripada biaya produksi.

2.MENYAJIKAN HASIL PERENCANAAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN PANGAN HEWANI IDE DAN PELUANG MELIPUTI USAHA ,SUMBER DAYA,ADMINISTRASI DAN PEMASARAN DALAM BENTUK LIASAN DAN TULISAN.

Pempek Dan Analisa Usahanya

Peluang bisnis untuk pempek
Peluang untuk bisnis pempek terbilang sangat bagus dan sangat cerah. Bisnis pempek menjadi suatu pilihan bisnis kuliner dari bahan ikan yang menjanjikan hingga banyak orang yang tertarik menekuni bisnis tersebut. Peluang usaha kuliner dari bahan ikan yakni pempek masih terbuka lebar serta sangat menguntungkan oleh siapa saja. Anda berminat menjalankan pilihan bisnis pempek ini?
Prospek dalam menjalankan bisnis pempek
Prospek dalam bisnis pempek dapat dikatakan sangat cemerlang dan menguntungkan. Dimana melalui bisnis pempek dapat mendatangkan keuntungan bombastis. Bisnis yang bergelut dengan olahan pempek memiliki prospek sangat bagus dalam jangka ke depan. Bisnis pempek yang sejak dahulu tumbuh hingga sekarang masih berkembang juga tak pernah sepi akan konsumen.
Memulai bisnis pempek
Ketika menjalankan bisnis pempek memang dapat dimulai dengan langkah mudah dan gampang. Dalam menjalankan bisnis pempek bisa dijalankan dalam kebutuhan modal kecil. Yangmana berkecinampungan bisnis pempek bisa dilakukan dengan skala rumahan menggunakan modal yang seadanya.
Pelaku bisnis pempek
Bisnis pempek ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang yang ingin menginginkan bisnis kuliner dari bahan ikan menguntungkan tersebut. Bagi siapa saja ingin menjalankan bisnis pempek sangat mudah, proses produksi pempek mudah juga laba menguntungkan.
Konsumen bisnis pempek
Konsumen pempek memang tidaklah sulit, suguhan sensasi nikmat yang disajikan pempek mampu memikat banyak orang. Konsumen pempek cukup besar dan tak terbatas mulai kalangan anak-anak hingga  dewasa.
Bahan baku bisnis pempek
Dalam menjalankan bisnis pempek memerlukan bahan baku untuk pembuatannya. Untuk membuat pempek yang nikmat membutuhkan bahan baku yakni tepung terigu, tepung kanji, ikan tenggiri, bawang putih, merica bubuk, garam, penyedap rasa, gula pasir, gula merah, asam jawa, ebi kering dan bahan lainnya. Untuk mencari bahan baku pempek bisa didapat di toko, pasar atau supermarket terdekat.
Peralatan bisnis pempek
Dalam bisnis pempek membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya gerobak berjualan, gilingan daging, kompor gas, wajan besar, panci, peniris minyak, pengangkat makanan, spatula, timba, pisau, tempat sampah juga beberapa peralatan lainnya.
Lokasi strategis dalam berjualan pempek
Dalam berjualan pempek, Anda bisa menentukan pilihan lokasi yang tepat, strategis dan ramai. Bisnis pempek dapat membuka stand, warung, gerai, juga kios di pusat perbelanjaan, tengah kota, dekat sekolah, pasar, dekat rumah sakit, dekat pabrik, pinggiran jalan raya, taman kota, sekitar kampus dan lainnya.
Karyawan bisnis pempek
Karyawan dalam menjalankan bisnis pempek bisa menggunakan satu orang dahulu dalam permulaan.
Harga jual pempek
Patokan harga untuk pempek dapat Anda buat dalam hitungan per porsi dimana harga mulai Rp 7.000 hingga Rp 10.000.
Strategi promosi bisnis pempek
Pemasaran bisnis pempek bisa dilakukan dengan membuat pempek yang enak dan berbeda. Selain itu dapat memanfaatkan promosi kuliner dari kuliner pempek dari media sosial baik faceboook, path, whats upp, line, we chat,bbm, instagram juga situs jual beli online dan lainnya. Juga dapat pula menjalankan strategi pemasaran pempek dengan menyebarkan berbagai brosur.
Keuntungan dalam menjalankan bisnis pempek
Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang usaha pempek ini yakni merupakan kuliner dari bahan ikan yang digandrungi banyak orang.
Kekurangan bisnis pempek
Segi kekurangan bisnis pempek ialah pempek memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat. Sehingga dalam berjualan pempek dapat diminimalisir dengan membuat pempek berbeda dan unik agar bisa memenangkan persaingan.

 Harga 

 gerobak berjualan
 Rp.
      1,810,500
gilingan daging
 Rp.
         322,200
kompor dan gas
 Rp.
         232,500
wajan besar
 Rp.
         218,500
panci
 Rp.
         316,500
peniris minyak
 Rp.
           21,000
pengangkat makanan
 Rp.
           15,000
spatula
 Rp.
           16,500
timba
 Rp.
           15,000
pisau
 Rp.
           18,000
meja
 Rp.
         256,000
kursi
 Rp.
         382,000
 serbet
 Rp.
           11,500
 nampan
 Rp.
           21,000
 baskom
 Rp.
           32,000
piring
 Rp.
           73,500
 sendok
 Rp.
           34,000
 garbu
 Rp.
           24,800
 Peralatan tambahan yang lainnya
 Rp.
           17,000
 Jumlah Investasi
 Rp.
  3,837,500

Biaya Tetap

 Nilai
 Penyusutan gerobak berjualan 1/62 x Rp  1.810.500
 Rp.
           29,202
 Penyusutan gilingan daging 1/62 x Rp. 322.200
 Rp.
             5,197
Penyusutan kompor dan gas 1/62 x Rp. 232.500
 Rp.
             3,750
 Penyusutan wajan besar 1/62 x Rp. 218.500
 Rp.
             3,524
 Penyusutan panci 1/62 x Rp. 316.500
 Rp.
             5,105
 Penyusutan peniris minyak 1/62 x Rp. 21.000
 Rp.
               477
 Penyusutan pengangkat makanan 1/44 x Rp. 15.000
 Rp.
               341
 Penyusutan spatula 1/44 x Rp. 16.500
 Rp.
               375
 Penyusutan timba 1/44 x Rp. 15.000
 Rp.
               341
 Penyusutan pisau 1/44 x Rp. 18.000
 Rp.
               409
 Penyusutan meja  1/62 x Rp. 256.000
 Rp.
             4,129
 Penyusutan kursi  1/62 x Rp. 382.000
 Rp.
             6,161
 Penyusutan serbet  1/44 x Rp. 11.500
 Rp.
               261
 Penyusutan nampan 1/44 x Rp. 21.000
 Rp.
               477
 Penyusutan baskom 1/44 x Rp. 32.000
 Rp.
               727
 Penyusutan piring 1/44 x Rp. 73.500
 Rp.
             1,670
 Penyusutan sendok 1/44 x Rp. 34.000
 Rp.
               773
 Penyusutan garbu 1/44 x Rp. 24.800
 Rp.
               564
 Penyusutan peralatan lainnnya 1/44 x Rp. 17.000
 Rp.
               386
 gaji karyawan
 Rp.
     1,400,000
 Total Biaya Tetap
 Rp.
  1,463,870

Biaya Variabel







tepung terigu
 Rp.
    48,500
 x
  30
 =
 Rp.
    1,455,000
tepung kanji
 Rp.
    37,500
 x
  30
 =
 Rp.
     1,125,000
ikan tenggiri
 Rp.
    73,800
 x
  30
 =
 Rp.
    2,214,000
bawang putih
 Rp.
    23,500
 x
  30
 =
 Rp.
        705,000
merica bubuk
 Rp.
      4,000
 x
  30
 =
 Rp.
        120,000
garam
 Rp.
      2,500
 x
  30
 =
 Rp.
          75,000
penyedap rasa
 Rp.
      3,000
 x
  30
 =
 Rp.
          90,000
gula pasir
 Rp.
      6,000
 x
  30
 =
 Rp.
        180,000
gula merah
 Rp.
      7,000
 x
  30
 =
 Rp.
        210,000
asam jawa
 Rp.
      2,500
 x
  30
 =
 Rp.
          75,000
ebi kering
 Rp.
      5,600
 x
  30
 =
 Rp.
        168,000
bahan lainnya
 Rp.
    11,000
 x
  30
 =
 Rp.
        330,000
pengemas
 Rp.
    11,500
 x
  30
 =
 Rp.
        345,000
sabun cuci
 Rp.
          300
 x
  30
 =
 Rp.
            9,000
gas lpg
 Rp.
    17,000
 x
  30
 =
 Rp.
        510,000
 sewa tempat
 Rp.
    16,000
 x
  30
 =
 Rp.
      480,000
 promosi
 Rp.
      5,000
 x
  30
 =
 Rp.
        150,000
 air dan listrik
 Rp.
    18,000
 x
  30
 =
 Rp.
        540,000
 Total Biaya Variabel





 Rp.
 8,781,000

Total Biaya Operasional


 Biaya tetap + biaya variabel =
 Rp.
 10,244,870

Pendapatan per Bulan




    53
 porsi
 x
 Rp.
  8,000
 =
 Rp.
     424,000
Rp.
   424,000
 x
   30
 hr
 =
 Rp.
 12,720,000

Keuntungan per Bulan





 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional


 Rp.
   12,720,000
 –
 10,244,870
 =
 Rp.
      2,475,130









Lama Balik Modal







Total Investasi / Keuntungan =
 Rp.
 3,837,500
 :
    2,475,130
 =
          2
 bln
Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis pempek sangat menguntungkan dimana modal Rp 3,837,500 dengan kentungan per bulan Rp 2,475,130 dan balik modal dalam 2 bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar