CONTOH MAKALAH RAJA AMPAT TERLENGKAP

                             makalah raja ampat




BAB 1

PENDAHULUAN

 1.1   LATAR BELAKANG

“ INDONESIA “. Apabila kita mendengar kata itu pasti dalam bayangan setiap orang adalah sebuah negara yang memiliki ribuan pulau, rakyatnya yang ramah, kekayaan alam yang melimpah dan juga keindahan alam yang cukup memanjakan mata. Dari itu semua terdapat sebuah kata yaitu keindahan alam yang cukup memanjakan mata. Di Indonesia banyak daerah yang memiliki keindahan alam yang cukup menawan namun banyak juga orang yang belum mengetahui daerah tersebut karena mungkin daerah itu cukup terpencil dan juga jarang transportasi yang mengakomodir ke daerah tersebut.

Kepulauan RAJA AMPAT adalah sebuah kepulauan yang berada di papua. Mungkin masih banyak yang belum tau ada apa saja di RAJA AMPAT ini. Sebelumnya daerah ini tidak begitu terkenal karena selain daerah ini berada di ujung timur Indonesia yang cukup membutuhkan waktu apabila ingin kesana, daerah ini juga cukup terpencil dan jarang transportasi yang mengakomodir ke daerah tersebut. Namun akhir akhir ini banyak para travellers Indonesia dan juga dunia yang telah merasakan keindahan daerah ini ikut mempromosikan daerah ini sehingga, pada saat sekarang banyak yang telah mengetahui daerah ini dan juga semakin banyak yang berkunjung ke daerah ini. Untuk lebih lanjutnya makalah ini akan menjelaskan ada apa saja di RAJA AMPAT itu.

 1.2            RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang tersebut dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:

1. Sejarah RAJA AMPAT
2. Penduduk asli RAJA AMPAT
3. Rumah adat penduduk asli RAJA AMPAT
4. Keindahan daerah RAJA AMPAT


BAB 2

PEMBAHASAN

SEJARAH RAJA AMPAT

Sebelum mengenali daerah RAJA AMPAT ada baiknya mengetahui sejarahnya terlebih dahulu, karena tidak ada sesuatu hal termasuk daerah yang tidak memiliki sejarah.
Penamaan RAJA AMPAT sendiri dihubungkan dengan 4 pulau besar yang berada di daerah tersebut yaitu Pulau Waigeu, Solawati, Batanta dan Misol. Juga dihubungkan dengan 4 suku yang menempati Pulau Waigeu yaitu suku Ambel, Langgayan, Kawei dan Wawiyai.

Menurut masyarakat setempat Asal mula nama Raja Ampat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Batanta dan Misool. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

1.Asal-usul dan sejarah

Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

2. Masyarakat

Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.

3. Kekayaan Sumber Daya Alam

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

4. Akses

Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta ke Sorong via Menado selama 6 jam penerbangan. Dari Sorong –kota yang cukup besar dan fasilitas lumayan lengkap- untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resor Papua Diving. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

5. Usaha-usaha konservasi

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, usaha-usaha konservasi sangat diperlukan di daerah ini. Ada dua lembaga internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektar.
Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi. Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.

2.2 PENDUDUK ASLI

Pada kepulauan RAJA AMPAT terdapat 4 pulau besar yaitu Pulau Waigeu, Batanta, Salawati dan Misool. Dari keempat pulau tersebut terdapat suku – suku asli yang mendiaminya, yaitu:

a. Pulau Waigeu
Suku Wawiyai ( Wauyai )
Suku Kawe
Suku Laganyan
Suku Ambel ( Waren )
Suku Biak

b. Pulau Batanta
Suku Batanta
Suku Biak

c. Pulau Salawati
Suku Tepin
Suku Fiat, Domu, Waili, Butlih
Suku Moi ( Moi-Maya )

d. Pulau Misool
Suku Matbat
Suku Misool
Suku Biga
Suku Biak


RUMAH ADAT PENDUDUK ASLI

Setiap suku yang berada di kepulauan RAJA AMPAT memiliki rumah adatnya masing – masing. Berikut adalah sebagian bentuk dari rumah adat dari suku asli kepulauan RAJA AMPAT:

a. Suku Misool
rumah misool

b. Suku Matbat
rumah matbat

c. Suku Biga
Suku biga

2.3 Wisata Bahari Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 tempat wisata menyelam terbaik di dunia. Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Pulau Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia melalui wisata diving yang bisa dilakukan di indonesia bagian timur ini.

Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat.Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.

Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida.Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan.Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada diperairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.

Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005.Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.
Raja Ampat merupakan Kabupaten Kepulauan, yang mempunyai kawasan terumbu karang terbaik di Indonesia. Perairan laut Raja Ampat sebagian besar ditutupi oleh karang yang belum terganggu sehingga menjadi surga bagi ikan sebagai tempat mencari makan dan berkembangbiak. Kepulauan Raja Ampat terdiri dari miniatur lingkungan yang unik, mulai dari penelukan (embayment) yang ternaungi dengan pemasukan air tawar yang besar, hamparan karang yang luas hingga pulau-pulau karang (atol-atol) menjulang tinggi. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

1. Pulau Kofiau


Pulau Kofiau adalah sebuah pulau di wilayah Raja Ampat Papua Barat yang menyimpan peradaban salah satu suku laut di Indonesia. Sebelum abad ke-18, Kofiau menjadi jajahan kerajaan Ternate. Legenda setempat menyebut asalkata Kofiau dari kisah kopiah Raja Jailolo yang tertinggal di pulau besar ini. Adapun Betew adalah suku yang menghuni pulau tersebut. Suku perantara dari Pulau Waigeo atau wilayah utara dari Kofiau yang hanya berjarak 60 mill. Sejak abad ke-19, suku Betew telah mendiami pulau Kofiau dan berbaur dengan pendatang dari Pulau Biak. Dan hingga saat ini, laut seperti tidak pernah lepas dari tali kehidupan suku Betew. Mereka memang mendiami bibir pantai dan mengambil ikan sekadarnya untuk hidup. Perairan Kofiau jelas memiliki kekayaan hayati berlimpah.


2. Pulau Misool


Pulau Misool adalah suatu pulau yang terletak di daerah raja ampat dan berbatasan dengan laut seram. Daerah ini terletak di kepala burung papua barat dan dekat dengan kota sorong . Misool terbagi atas dua bagian yaitu misool timur selatan dan misool barat. Daerah ini terkenal juga dengan keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal di dunia. misool termasuk daerah segitiga karang dunia dan puluhan banyak ikan hias yang terdapat di dalam lautnya yaitu sekitar 75% ikan hias dan segitiga karang dunia juga terdapat di daerah misool ini. Dan daerah ini juga memiliki laut lepas yang sangat luas sekali sehingga menjadi jalur lintasnya hewan-hewan besar yaitu seperti ikan paus dan gurita. Menurut informasi dari masyarakat setempat bahwa gurita sering di temukan pada malam hari sedangkan ikan paus di temukan pada siang hari, sehingga daerah misool dikenal atau boleh dikatakan dengan daerah yang penuh misterius karena masih banyak terdapat hewan laut yang besar2 di daerah ini dan yang sudah langka di dunia.

3. Pulau Waigeo



Pulau Waigeo merupakan sebuah pulau yang berada di provinsi Papua Barat. Pulau Waigeo ini juga dikenal dengan nama Amberi, atau Waigiu.Pulau Waigeo merupakan pulau yang terbesar dari empat pulau utama di kepulauan Raja Ampat ,jarak antara Pulau Waigeo dengan Halmahera sekitar 65 km. Tiga pulau lainnya Salawati, Batanta dan Misool. luas wilayah kepulauan waigeo adalah sekitar 3.155 km ²,dan mempunyai ketinggian hampir 1000 m . luas wilayah pulau waigeo Dari barat ke timur pulau sekitar 110 km,sedangkan dari utara ke selatan sekitar 50 km. Sejak 1997, pulau ini telah menjadi tempat budidaya mutiara dimiliki oleh perusahaan Australia Atlas Pasifik.

2.4 KEINDAHAN RAJA AMPAT

Daerah Kepulauan RAJA AMPAT memiliki potensi wisata bahari yang cukup potensial. Keindahan yang dapat dinikmati di daerah ini diantaranya adalah pantainya yang berpasir putih, air laut yang jernih sehingga dapat melihat langsung kehidupan bawah laut tanpa harus snorkling maupun diving.
RAJA AMPAT juga terkenal sebagai pemilik biota bawah laut yang sangat beragam. Bahkan menurut penel.



BAB 3

PENUTUP

KESIMPULAN

Semua yang dipaparkan dalam makalah ini bukan hanya untuk memperkenalkan daerah RAJA AMPAT, melainkan pula untuk mengingatkan agar selalu bersyukur kepada sang pencipta. Keindahan alam bukan terjadi begitu saja, melainkan ada yang menciptakannya. Cara kita bersyukur atas semua itu adalah dengan cara menjaga dan melestarikan alam tersebut. Dengan kita menjaga alam tersebut berarti kita telah menghargai alam itu maka alam pun akan menghargai kita kembali. Bukankah hidup serasi dan berdampingan dengan alam akan menambah keindahan pada hidup ini.






DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/search?safe=strict&rlz=1C1AOHY_idID798ID798&biw=1360&bih=634&tbm=isch&sa=1&ei=owFoW7_4FdX0rQG4rq6wBw&q=keindahan+raja+ampat&oq=keindahan+ra&gs_l=img.1.0.0l9j0i5i30k1.87805.90402.0.91778.12.7.0.5.5.0.139.602.3j3.6.0....0...1c.1.64.img..1.11.664...35i39k1j0i67k1j0i10k1.0.RZFtpqbbNHY#imgrc=z019ykB_AUbyvM:
https://www.google.co.id/search?safe=strict&rlz=1C1AOHY_idID798ID798&biw=1360&bih=634&tbm=isch&sa=1&ei=owFoW7_4FdX0rQG4rq6wBw&q=keindahan+raja+ampat&oq=keindahan+ra&gs_l=img.1.0.0l9j0i5i30k1.87805.90402.0.91778.12.7.0.5.5.0.139.602.3j3.6.0....0...1c.1.64.img..1.11.664...35i39k1j0i67k1j0i10k1.0.RZFtpqbbNHY
https://www.google.co.id/search?safe=strict&rlz=1C1AOHY_idID798ID798&biw=1360&bih=634&tbm=isch&sa=1&ei=ZAFoW-7YD86w9QPt54IY&q=Pulau+Waigeo&oq=Pulau+Waigeo&gs_l=img.12..0j0i30k1j0i5i30k1j0i24k1.61538.61538.0.62822.1.1.0.0.0.0.117.117.0j1.1.0....0...1c.2.64.img..0.1.117....0.xjPlc2If5fw
https://www.google.co.id/search?q=raja+ampat&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjd5ZXsuZbkAhUGuI8KHWQZDrUQ_AUIESgB&biw=1366&bih=618#imgrc=EJVR7ZaiO43tVM:
http://jengjangkrik.blogspot.com/2011/05/wisata-bahari-di-raja-ampat-papua-barat.html
https://praptoprasojo.wordpress.com/2013/03/13/keragaman-budaya-daerah-raja-ampat/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat
http://elokrisma.blogspot.com/2015/05/wisata-nusantara-raja-ampat.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar