CONTOH MAKALAH RUANG LINGKUP BIOLOGI TERLENGKAP

                        makalah Ruang Lingkup Biologi





BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Mempelajari tentang makhluk hidup berarti mempelajari tentang ilmu Biologi. Banyak yang bilang bahwa Biologi jauh lebih sulit daripada ilmu eksak lainnya seperti Matematika, Fisika serta Kimia. hal itu karena cakupan Biologi yang sangat luas serta multikompleks yang disebabkan karena Biologi berhubungan juga dengan ragam cabang ilmu lainnya. Sehingga dengan kata lain, untuk menguasai ilmu Biologi kita juga harus menguasai cabang ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu Biologi itu sendiri.
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata Latin cellulae yang berarti 'kamar-kamar kecil'. Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada dunia ada "kehidupan di dunia lain" yang belum pernah dilihat oleh manusia. Karyanya menjadi dasar bagi cabang biologi yang penting saat ini: mikrobiologi.Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Serangkaian penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari [[Jerman] yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun atas sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.
Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan,gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi, dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil, dan vital.
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Terdapat banyak hal yang dapat di pelajari dalam ilmu biologi, khususnya yang mengenai kehidupan.
Biologi juga merupakan salah satu ilmu yang berperan penting dalam kehidupan ini. Karena dengan adanya perkembangan pengetahuan berbasis biologi, kita dapat meningkatakan derajat kehidupan bangsa seperti penguasaan IPTEK di bidang kedokteran, pertanian, industri, pangan dan sandang.
Selain itu, biologi juga memberikan pengetahuan dasar untuk memelihara kualitas dan kelestarian lingkungan seperti mencegah kerusakan lingkungan. Ilmu biologi juga membantu kita untuk mengenal diri sendiri sebagai makhluk hidup dan membantu mengenal lingkungannya.
Dalam biologi, dikenal juga metode ilmiah yang merupakan langkah-langkah untuk memperoleh fakta mengenai suatu fenomena dengan menggunakan kaidah-kaidah yang telah disetujui oleh seluruh komunitas sains.
Biologi menjadi dasar disiplin dari ilmu-ilmu lain sehingga mampu menunjang berbagai aspek bidang kehidupan. Apa sajakah yang termasuk ke dalam ruang lingkup biologi? Tingkatan makhluk hidup apa saja yg di pelajari di dalamnya? Apa manfaat yg di peroleh dalam mempelajari biologi?Tingkatan makhluk hidup apa saja yang di pelajari di dalamnya? Apa manfaat yang di peroleh setelah mempelajari biologi? Selain manfaat, apa saja dampak dari perkembangan biologi bagi kehidupan?
Dari uraian tersebut, ruang lingkup biologi dapat dikatakan cukup luas. Untuk dapat mengetahui ruang lingkup biologi, tingkatan organisasi kehidupan di dalamnya, serta manfaat mempelajari biologi . akan di bahas di dalam makalah ini

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah Biologi Itu?
2.      Apakah alasan mempelajari Biologi?
3.      Apakah objek kajian Biologi?
4.      Bagaimanakah Pendekatan untuk mempelajari Biologi?
5.      Bagaimanakah keselamatan kerja pada Laboratorium Biologi?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Apakah Biologi Itu?
2.      Untuk mengetahui Apakah alasan mempelajari Biologi?
3.      Untuk mengetahui Apakah objek kajian Biologi?
4.      Untuk mengetahui Bagaimanakah Pendekatan untuk mempelajari Biologi?
5.      Untuk megetahui Bagaimanakah keselamatan kerja pada Laboratorium Biologi?

BAB 2
PEMBAHASAN

A.    Apakah Biologi itu?

Biologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup . makhluk hidup tersebut terdiri atas berjuta-juta sel dalam tubuhnya . Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh struktur-struktur interselluler.
Biologi juga merupakan ilmu alam yang mempelajari kehidupan, dan organisme hidup, termasukstruktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas, dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang, dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang.

 Berikut adalah beberapa divinisi biologi menurut para ahli.
1)       Campbell, Reece, Mitchell
Biologi adalah ilmu yang paling sulit dari semua bidang sains, sebagian karena sistem mahluk hidup sangatlah kompleks dan sebagian karena Biologi adalah ilmu multidisiplner yang membutuhkan pengetahuan Kimia, Fisika, dan Matematika
2)        Rikky Firmansyah, Dkk
Biologi merupakan ilmu pengetahuan makhluk hidup dan kehidupannya
3)       Oman Karmana
Biologi merupakan ilmu yang dapat menunjang ilmu-ilmu lainnya dalam memecahkan suatu permasalahan
4)       Wijaya Jati
Biologi merupakan sains mengenai makhluk hidup. Biologi menitikberatkan kajian ilmu mengenai makhluk hidup dan kehidupannya
5)       Deswaty Furqonita & M. Biomed
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari dan mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup

B.     Apakah alasan mempelajari Biologi?
Di abad ke-21 ini, Biologi bukan sekadar ilmu yang mempelajari kehidupan (bio, sesuatu yang hidup). Berbagai riset telah dilakukan, dan beragam penemuan telah mampu mengangkat kualitas kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi. Berbagai masalah kerawanan pangan, pemenuhan papan, kebutuhan energi, kesehatan, lingkungan, bahkan juga keamanan dunia bergantung kepada ilmu Biologi. Biologi telah dikembangkan di segala ranah pengetahuan untuk pencapaian kesejahteraan manusia. Seperti di dunia Kedokteran, Farmasi, Perikanan, Kuliner, Industri dan lainnya.
Berbagai manfaat biologi saat ini bisa dirasakan hasilnya. Baik biologi sebagai ilmu dasar atau pun sebagai ilmu terapan yang terkait dengan ilmu-ilmu lainnya. Inilah 20 (dua puluh) manfaat Biologi terbaru dalam kehidupan manusia yang menjadi alasan mengapa kita harus mempelajari biologi.
1. Biologi sebagai Ilmu Murni.
Biologi dikembangkan sebagai ilmu dasar murni untuk berbagai keperluan bidang terkait. Ilmu biologi sebagai dasar dari ilmu pertanian untuk pengembangan bibit unggul, rekayasa genetik dan ilmu hewan (zoologi). Ilmu biologi juga dipakai sebagai analisa sel (biologi sel).
2. Manfaat bidang Pertanian
Pengembangan dunia pertanian sejak dulu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pemahaman ilmu biologi. Rahasia-rahasia proses kehidupan, penemuan gen-gen yang memiliki pewarisan sifat-sifat unggul membuka jalan untuk diversifikasi budi daya tanaman pangan. Ini merupakan langkah positif untuk menemukan bahan makanan pokok alternatif (protein dan hewani) untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di dunia. Apalagi saat ini dunia sedang berada pada situasi krisis kerawanan pangan akibat ledakan populasi penduduk dan menyusutnya lahan pangan. Teknik hibridisasi misalnya, saat ini dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan jenis serealia dan kacang-kacangan, agar mendapatkan varietas unggul, tahan penyakit serta berumur pendek. Hal ini diperlukan untuk mempercepat produksi pangan dunia.
3. Manfaat bidang Proteksi Tanaman Pertanian
Manfaat lain di bidang pertanian adalah pemahaman biologi untuk mendeteksi dan memproteksi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Pengendalian hama secara biologis merupakan pilihan lain, setelah penggunaan pestisida banyak merugikan karena menimbulkan resistensi dan kerusakan lingkungan. Ilmu biologi (entomologi), bisa dipakai untuk mengetahui sifat dan karakter serangga yang berhubungan dengan ilmu dan iklim tertentu dikaitkan dengan pola pertanian. Sehingga manusia dapat bercocok tanam dengan tepat. Bisa juga untuk memperkuat metode penanggulangan hama serangga.
4. Biologi dalam Kesehatan
Biologi mendukung bidang kesehatan seperti pemahaman tentang struktur tubuh manusia, histologi (ilmu jaringan), anatomi (ilmu letak tubuh), fisiologis (ilmu tentang faal tubuh), ilmu tentang kondisi abnormal tubuh (patologi) dan lainnya. Riset dan penemuan antibiotik dari jamur penicillium merupakan salah satu fakta peranan biologi dalam dunia kesehatan. Termasuk banyak ditemukannya vaksin-vaksin (vaksin flu burung, rabies, penyakit mulut dan kuku, vaksin cacar, vaksin Polio, dan lainnya) untuk vaksinasi menghadapi meledaknya (outbreak) penyakit.
5. Biologi dalam Kedokteran.
Teknologi bidang kedokteran saat ini berkembang pesat. Adanya transplatasi organ tubuh manusia (ginjal, jantung, mata, hati, dan lainnya) mulai berkembang di abad 20. Teknologi keberhasilan implatansi bayi tabung memudahkan penerusan keturunan dengan cara in vitro (dalam tabung). Belum lagi penanganan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak bisa diatasi seperti kanker, AIDS, autis dan penyakit degenratif seperti diabetes, kini mulai tertangani dengan kemajuan teknologi di bidang Kedokteran dan Farmasi.
6. Biologi dalam Farmasi (obat-obatan).
Biologi juga mendukung ditemukannya obat-obatan yang diperlukan manusia. Farmasi juga membantu memahami bagaimana reaksi manusia dalam memahami reaksi tubuh terhadap bahan kimiawi tertentu yang ada dalam obat. Riset tentang ketersediaan obat yang tepat untuk penyakit tertentu merupakan perkembangan dunia Farmasi dikaitkan dengan ilmu biologi. Farmasi juga sangat membantu dalam mempelajari biological engineering untuk produksi senyawa-senyawa tertentu seperti antibiotik dan insulin.
7. Biologi dalam Kaitannya dengan Ekologi
Ekologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup (biotis) dengan alam sekitarnya (abiotis). Harmonisasi keduanya memerlukan keseimbangan yang balans. Pengaruh manusia berperan besar dalam keseimbangan ini.
8. Biologi dalam Bidang Perikanan
Ini merupakan peran penting dalam pelestarian hutan mangrove, hutan bakau di kawasan pulau-pulau di seluruh Indonesia, menuju kesiapan sebagai negara maritim. Termasuk juga peran biologi dalam pembuatan tambak, rumpon (rumah ikan ), keramba jala apung, termasuk proses pemijahannya. Di dalam nya juga termasuk untuk riset budidaya ikan yang bernilai gizi tinggi dan ekonomis. Manfaat hutan dalam bidang perikanan ini juga harus dimanfaatkan.
9. Biologi dalam Bidang Industri.
Pengadaan obat-obatan untuk kesehatan seperti vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh (antibodi), obat-obatan dari bahan asal hewan, tumbuhan atau mikroorganisme, merupakan produk yang tidak lepas dari biologi. Banyak pabrik didirikan di Indonesia dalam bidang ini. Begitu juga dengan industri fermentasi seperti kecap, tempe, roti, yoghurt, dan nata de coco. Termasuk makanan dan minuman prebiotik dan probikotik berupa serat-serat tumbuhan dan mikroorganisme dalam tubuh.
10. Biologi dalam Pengembangan Bioteknogi
Pemanfaatan biologi sangat kuat. Ini bisa kita lihat dari proses rekayasa genetik, pengembangan kultur jaringan, klonning atau pengembangan sel induk. Termasuk pada proses penguraian minyak mentah yang tumpah di laut dengan menggunakan bakteri tertentu. Pengembangan teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman terbaru secara vegetatif untuk mendapatkan tanaman secara klonning dari jaringan awal.
11. Biologi dalam Pengembangan Energi
Hadirnya biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi dan hewan lainnya merupakan contoh nyata limbah hewan bisa dijadikan alternatif untuk pengganti energi. Biogas bisa dipakai untuk memasak di pedesaan dan penerangan. Penemuan bio-diesel dan minyak jarak sebagai alternatif bahan bakar fosil untuk otomotif cukup memberikan angin segar.
12. Biologi dalam bidang Peternakan
Munculnya berbagai varietas unggul seperti ayam petelor, ayam pedaging, sapi unggul, sapi penghasil banyak susu, dan domba pedaging adalah kemajuan bidang peternakan. Ini merupakan kemajuan setelah ditemukannya teknologi kawin silang (hibridisasi) dan inseminasi buatan pada ternak sapi. Saat sekarang ayam buras (bukan Ras) justru kalah dalam produksi.
13. Biologi dalam bidang Pengaturan Makanan bagi Kesehatan Tubuh
Cabang biologi yang membahas tentang masalah seluk beluk pemeliharaan makanan untuk kesehatan manusia disebut hygien. Ilmu ini mengkaji berapa banyak makanan yang diperlukan tubuh untuk orang-orang tertentu. Penderita diabet memerlukan komposisi yang terukur agar tetap sehat. Demikian juga dengan orang yang sedang diet ketat.
14. Biologi dalam Bidang Kemajuan Nuklir.
Pengembangan biologi nuklir sangat diperlukan terutama dikaitkan dengan Kedokteran. Pemeriksaan kedokteran nuklir membantu dalam diagnosa penyakit jantung koroner, kelenjar gondok, kelenjar prostat, gangguan fungsi ginjal, serta penyakit kanker. Radiasi nuklir dapat digunakan untuk penyinaran pada radioterapi, kemoterapi, penyinaran rontgen serta sterilisasi. Selain itu membantu dalam berbagai macam pembedahan.
15. Biologi dalam Riset Ilmiah.
Banyak riset yang dilakukan untuk pengembangan keilmuan menggunakan perangkat biologi. Ketersediaan mencit (tikus putih) dan monyet ekor panjang (Macaca sp) sangat membantu sebagai hewan percobaan untuk kelangsungan riset bagi kesejahteraan manusia. Binatang kecoa digunakan untuk riset mencari korban bencana alam. Kecoa dilengkapi dengan ransel elektronik untuk mencari korban.
16. Biologi untuk Angkasa.
Sudah lazim dilakukan penerbangan ke luar angkasa menggunakan hewan dan tanaman sebagai awak penerbangan. Ini sebagai bagian dari percobaan untuk tetap bertahan hidup sebelum manusia yang sebenarnya diterjunkan. Keberhasilan penerbangan ruang angkasa saat ini tidak lepas dari hal ini.
17. Biologi sebagai Kuliner
Biologi bisa dikembangkan dalam ilmu kuliner, yaitu ilmu yang berkaitan dengan olah cita rasa dan olah masakan. Hal ini terkait dengan pemanfaatan bahan nabati dan bahan protein hewani sebagai bahan dasar masakan, dan racikan bumbu sebagai bahan penyedap rasa.
18. Biologi sebagai Herbal Obat.
Pemanfatan tanaman dan bahan asal hewan sebagai racikan obat herbal akan sangat memerlukan kepiawaian dalam hal biologi praktis. Apalagi segala bahan untuk racikan tersedia di alam nusantara ini. Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan untuk penanaman tanaman obat keluarga (saritoga) akan sangat mendukung program ini. Bukankah jamu sebagai bagian dari herbal sudah dikenal masyarakat cukup lama?
19. Biologi dalam Kehidupan Sosial
Semakin maraknya pembuktian DNA pada beberapa kasus kriminal, dan kecelakaan membuktikan bahwa bidang biologi berperan penting. Moleklul DNA dapat diambil dari sel tubuh yang bersangkutan yang akan memberikan identifikasi enzim retriksi yang khas pada setiap individu.Dalam bidang Ekonomi, dikembangkannya riset dan penemuan dalm bidang biologi membuat kesejahteraan masyarakat meningkat. Para petani, peternak, nelayan dan kalangan industri berbasis biologi naik secara ekonomi. Hal ini akan membuat kesejahteraan rakyat ikut naik.
20. Biologi sebagai Pertahanan Negara
Ini merupakan bagian dari perang biologi antar Negara (biological weapon). Senjata untuk berperang menggunakan senjata biologis pathogen seperti kuman, bakteri, virus penyebab penyakit. Bahkan dalam perkembangannya tidak hanya organisme pathogen berbahaya saja tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan organisme tertentu. Senjata biologis dilarang digunakan dalam perang di seluruh dunia.
Berkembangnya biologi dalam banyak bidang membuktikan  bahwa ilmu ini sangat mutlak diperhitungkan pada abad-abad mendatang. Apalagi banyak temuan-temuan baru di dunia sains zaman dahulu yang sampai saat sekarang tetap menjadi acuan untuk kesejahteraan manusia.

C.    Apakah objek kajian Biologi?
Objek kajian biologi pada tingkat organisasi kehidupan semakin berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuam dan teknologi (iptek) sehingga semakin lama makin rumit.
Untuk memudahkan dalam mempelajarinya, tema objek kajian biologi dibagi-bagi menurut tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan dimulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar, yaitu molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer.Objek biologi pada tingkatan molekul
1)      Organisasi kehidupan yang terkecil adalah molekul.
 Perkembangan teknologi mikroskop yang cukup pesat sangat membantu penelitian dalam bidang biologi. Mikroskop elektron yang telah ditemukan mampu memperbesar objek pengamatan hingga 500.000 kali lipat, dengan peralatan ini, ahli biologi mampu menyingkap kerumitan organisasi kehidupan hingga pada tingkat molekuler. Dengan menggunakan alat dan teknologi kimia modern, struktur di dalam suatu sel dapat dipisahkan menjadi makromolekul-makromolekul bahkan sampai menjadi atom-atom. Pada umumnya tubuh organisme mengandung molekul tersusun dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Jenis molekul yang terkandung di dalam tubuh organisme, antara lain adalah karbohidrat, lipid(lemak), protein, dan asam nukleat.
2)      Objek kajian Biologi tingkat sel
Organisasi kehidupan di atas tingkatan molekul adalah sel. Molekul organik membentuk organel sel, selanjutnya organel sel ini dengan fungsinya masing-masing membentuk sebuah sel. Seperti kita ketahui, sel adalah satuan kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Sel mempunyai organel dengan fungsi tertentu, misalnya inti sel (nukleus) untuk mengatur metabolisme sel, ribosom untuk sintetis protein, dan mitokondria untuk respirasi seluler.
3)      Objek kajian Biologi tingkat pada tingkat jaringan, organ, dan sistem organ.
Organisasi kehidupan pada tingkat jaringan hanya terjadi pada organisme multiseluler (bersel banyak). pada organisme uniseluler tidak ada organisasi kehidupan pada tingkat jaringan karena aktivitas kehidupannya telah diatur dan dilaksanakan oleh sel yang terorganisasi dengan baik dalam satu kesatuan fungsi tertentu.
Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk yang sama dan melakukan fungsi tertentu. Contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu epidermis, parenkim palisade, sklerenkim, parenkim spons, xilem, floem, kambium, dan gabus. Sedangkan contoh jaringan pada hewan tingkat tinggi dan manusia, misalnya lemak, darah, tulang, limfe (getah bening), otot, dan saraf.
Organ merupakan kumpulan beberapa jenis jaringan yang melakukan suatu fungsi tertentu. Contoh organ pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu batang, akar, daun, bunga dan buah. Contoh organ pada hewan tingkat tinggi dan manusia, misalnya jantung, hati, lambung, paru-paru, usus, telinga, dan hidung.
Sistem organ merupakan sejumlah organ yang melakukan fungsi tertentu. Contoh sistem organ pada hewan tingkat tinggi dan manusia, misalnya sistem peredaran darah, sistem reproduksi, sistem pencernaan makanan, sistem ekskresi, dan sistem koordinasi. Sistem organ dibentuk oleh beberapa organ, misalnya sistem pencernaan makanan, terdiri atas organ kerongkongan, mulut, lambung, dan usus
4)      Objek kajian Biologi tingkat Individu, Populasi dan Komunitas
Organisasi kehidupan di atas tingkatan jaringan adalah individu, popolasi dan komunitas.
Individu adalah makhluk hidup tunggal. Misalnya sebatang pohon tomat, sebatang pohon tebu, seekor beruang, seekor nyamuk atau seorang manusia.
Populasi merupakan kumpulan individu-individu dari suatu spesies yang saling berinteraksi dan hidup diwilayah tertentu.Contohnya sekumpulan pohon tebu di suatu kebun dan sejumlah ikan yang hidup di dalam sebuah kolam.
Komunitas merupakan kumpulan populasi dari bermacam-macam spesies yang saling berinteraksi dan hidup suatu di area tertentu.Contohnya seluruh organisme yang hidup di suatu sawah; terdiri atas populasi tanaman padi, ular, tikus, serangga, dan semut.
5)      Objek kajian Biologi pada tingkat Ekosistem, Bioma, dan Biosfer
Organisasi kehidupan yang terbesar adalah Biosfer, organisasi kehidupan dibawahnya adalah Bioma dan Ekosistem.
Ekosistem merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme bersama lingkungan abiotiknya yang saling memngaruhi atau memilki hubungan timbal balik(interaksi) di antara keduanya. Komponen organisme di dalam ekosistem, antara lain manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, ganggang, dan lainnya. Organisme-organisme yang saling berinteraksi tersebut terjalin dalam hubungan jaring-jaring makanan (peristiwa makan dan dimakan).
Bioma merupakan ekosistem terestial, yang umumnya dipengaruhi oleh iklim regional, dan diklasifikasikan berdasarkan vegetasi dominan atau organisme yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tertentu. Bioma meliputi daerah yang sangat luas dan memiliki ciri vegetasi (tumbuhan) tertentu yang dominan. Di permukaan bumi ini terdapat tujuh maca bioma, yaitu tundra, taiga, gurun, padang rumput, sabana, hutan hujan tropis, dan hutan gugur.
Biosfer merupakan lapisan bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan makhluk. Bumi yang menjadi tempat kita hidup ini merupakan suatu biosfer. Biosfer memiliki ciri utama, yaitu mengandung oksigen yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan makhluk hidup.

D.    Bagaimanakah Pendekatan untuk mempelajari Biologi?
Bagaimana cara mempelajari ilmu biologi? Apakah Anda harus belajar harus dengan pendekatan fakta, yaitu dengan cara menghafalkan nama, definisi, dan gambar? Apakah dengan cara hafalan, data-data tersebut mudah untuk diingat? Daya ingat setiap orang terbatas, sehingga hafalan tersebut mudah untuk dilupakan. Bagaimana jika belajar dengan pendekatan konsep? Pendekatan secara konsep merupakan pendekatan dua fakta atau lebih yang membentuk satu pengertian. Cara belajar seperti ini masih kurang baik, karena masih banyak fakta dan Anda masih lebih banyak bertindak pasif dan belum berupaya sendiri.
Kegiatan untuk mempelajari biologi sebaiknya dengan melakukan pendekatan proses karena Anda akan mendapatkan fakta atau konsep sendiri. Belajar seperti ini akan dapat bertahan dalam waktu yang lama dan dapat membentuk sikap serta keterampilan ilmiah, seperti yang dilakukan ilmuwan terdahulu.
Contohnya, Mendel dalam menemukan ilmu pengetahuan. Apabila Anda belajar dengan melakukan keterampilan proses, yaitu meliputi kegiatan observasi, menggolongkan, menafsirkan, memperkirakan, mengajukan pertanyaan, dan mengidentifikasi variabel, maka Anda akan 'menemukan' ilmu itu sendiri.
Para ahli pengetahuan harus melakukan pekerjaan ilmiah dengan teliti seperti yang dilakukan oleh Mendel yang memulai pekerjaan sekitar tahun 1856 selama 10 tahun. Ia telah melakukan persilangan dan menghasilkan ribuan keturunan hasil persilangan sifat yang diturunkan dari induk pada anaknya. Sampai sekarang ilmu tersebut masih digunakan. Dengan demikian, Mendel dapat disebut sebagai seorang ilmuwan biologi.

Berikut ini langkah-langkah belajar dengan pendekatan proses.

1. Mengobservasi
Observasi merupakan hasil dari pengamatan melalui indra, maka Anda akan belajar dengan mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian. Hasil apa saja yang kita peroleh dari suatu pengamatan? Coba Anda sebutkan fungsi alat indra kita. Dengan mata, kita bisa melihat bentuk, warna, serta gerak suatu objek. Dengan alat pendengaran, kita bisa mendengar bunyi atau suara. Dengan lidah, kita bisa merasakan berbagai rasa, dengan perabaan bisa mengetahui permukaan objek, adapun dengan penciuman kita bisa merasakan macam-macam bau.
Dalam mempelajari biologi, kegiatan observasi ini bisa dibantu dengan alat bantu, antara lain mikroskop, kertas lakmus, lup, termometer, penggaris, dan sebagainya. Hasil observasi dapat berupa gambar, bagan, tabel, atau grafik.

2. Menggolongkan
Untuk memudahkan cara mempelajari suatu objek, maka kita lakukan penggolongan suatu objek itu. Jika kita melakukan kegiatan untuk menggolongkan makhluk hidup, maka hasilnya dapat berupa bagan.

 3. Menafsirkan
Menafsirkan artinya memberikan arti terhadap suatu kejadian berdasarkan kejadian lainnya. Ketika menafsirkan suatu data, hendaknya kita menggunakan acuan atau patokan.
Contoh: Suatu hari Anda menanam 10 tanaman cabai di halaman rumah. Tanaman cabai itu tumbuh dengan subur. Karena beberapa hari kurang perawatan, akhirnya 5 tanaman cabai mati.
Contoh penafsirannya, ada penurunan jumlah populasi tanaman cabai sebesar 5/10 ᅲ 100% = 50%. Penurunan populasi ini mungkin disebabkan oleh pengaruh cuaca, kekurangan air, suhu, atau kelembapan udara.

4. Memperkirakan
Kegiatan memperkirakan bukan berarti meramalkan, tetapi membuat perkiraan berdasarkan pada kejadian sebelumnya atau hukum-hukum yang berlaku.
Contoh: Anda mengamati pertumbuhan tanaman cabai. Pada hari ke-5 tingginya 4 cm, pada hari ke-10 tingginya 6 cm, hari ke-15 tingginya 8 cm, dan pada hari ke-20 tingginya 10 cm.

5. Mengajukan Pertanyaan
Seringkah Anda memiliki naluri 'ingin tahu' untuk mengetahui suatu permasalahan? Untuk menemukan suatu permasalahan, Anda harus dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa, bagaimana, dimana, kapan, mengapa, dan siapa terhadap suatu objek.

Contohnya, suatu saat Anda mengamati tanaman cabai di sekitar rumah. Tanaman cabai tersebut sepertinya terlihat akan mati karena banyak daun yang mulai layu dan menguning, serta banyak bunga yang berguguran. Selanjutnya, tentu akan timbul pertanyaan untuk mengetahui permasalahan tersebut. Bagaimana ciri tanaman cabai yang subur dan tanaman cabai yang tidak subur? Adakah ciri-ciri ketidaksuburan pada tanaman cabai yang Anda amati? Pada bagian mana tanaman itu terganggu? Mengapa tanaman cabai menjadi tidak subur?

Semua pertanyaan itu perlu dicari jawabannya. Di antara pertanyaan itu, ada yang bisa dijawab dan ada yang belum bisa dijawab. Pertanyaan yang belum terjawab merupakan permasalahan yang harus dicari jawabannya, misalnya dengan cara membaca laporan-laporan dari penemuan sebelumnya atau bisa juga dengan cara lain.

6. Mengidentifikasi Variabel
Coba Anda amati, apa saja yang diperlukan tanaman cabai untuk pertumbuhannya?
Tentu Anda mengetahui bahwa pertumbuhan tanaman cabai membutuhkan tanah sebagai tempat tumbuhnya yang ditunjang dengan pupuk, air, pH, cahaya, suhu, serta udara. Faktor-faktor pendukung itulah yang dimaksud dengan variabel. Jadi, variabel merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dan memiliki nilai (ukuran tertentu) serta dapat berubah atau diubah.
Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat. Pada contoh tersebut, tanah sebagai variabel bebas karena akan diteliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Variabel bebas adalah faktor yang dapat dibuat bervariasi. Adapun faktor seperti cahaya, suhu, pH, air, udara, dan pupuk merupakan variabel kontrol, yaitu faktor lain yang ikut berpengaruh dan dibuat sama serta terkendali, sedangkan pertumbuhan tanaman cabai sebagai variabel terikat, yaitu faktor yang muncul akibat variabel bebas.

E.     Bagaimanakah keselamatan kerja pada Laboratorium Biologi?
Laboratorium merupakan tempat dimana siswa, mahasiswa, dosen, peneliti melakukan percoban. Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai mahan kimia, perlatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan bila dilakukan dengan cara yang tidak teapat. Kecelakan terjadi karena kelalaian atau kecerobohan kerja, dapat membuat praktikan cidera atau orang-orang yang disekitarnya cidera. Keselamatan kerja di laboratorium merupakan dambaan bagi setiap peneliti/praktikan yang sadar akan kepentingan akan kepentingan kesehatan, keamanan dan kenyamanan kerja.
                        Terjadinya kecelakaan dapat dicegah dengan menentukan usaha-usaha pembinaan dan pengawasan keselamatan kerja yang tepatsecara efektif dan efisien sehingga terjadinya kecelakaan dapat dicegah.Faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah bersumber pada lingkungan kerja dan praktikan. Namun sebagian besar (85%) kecelakaan tersebut disebabkan oleh faktor manusia. Perilaku praktikan yang tidak aman dapat membahayakan, kondisi yang berbahaya,kondisi hampir celaka dan penyakit akibat kerja adalah gejala dari kurang berfungsinya manajemen.Dalam melakukan kegiatan di dalam laboratorium, praktikan harus menyadari bahwa dalam setiap kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kebakaran.Oleh karena itu setiap pengguna laboratorium harus mempunyai rasa taggung jawab penuh akan keselamatan dan kesehatan kerja di dalam laboratorium, untuk itu perlu dibuat peraturan-peratran dan prosedur yang ditetapkan dan harus ditaati selalu pada setiap kegiatandi dalam laboratorium.

Mengenali Potensi Bahaya
Dalam pekerjaan sehari-hari petugas laboratorium biologi selalu dihadapkan pada bahaya-bahaya tertentu, misalnya bahaya infeksius, reagensia yang toksik, peralatan listrik maupun gelas yang digunakan secara rutin. Secara garis besar bahaya yang dihadapi dalam laboratorium dapat digolongkan dalam :
1. Bahaya kebakaran dan ledakan dari zat/bahan yang mudah terbakar atau   meledak.
2. Bahan beracun, korosif dan kaustik
3. Bahaya radiasi
4. Luka bakar
5. Syok akibat aliran listrik
6. Luka sayat akibat alat gelas yang pecah dan benda tajam
7. Bahaya infeksi dari kuman, virus atau parasit.
Pada umumnya bahaya tersebut dapat dihindari dengan usaha-usaha pengamanan, antara lain dengan penjelasan, peraturan serta penerapan disiplin kerja. Beberapa peristiwa yang pernah terjadi di laboratorium dapat merupakan cermin bagi setiap orang untuk meningkatkan kewaspadaannya ketika bekerja di laboratorium. Peristiwa-peristiwa tersebut kadang-kadang terlalu pahit untuk dikenang, namun meninggalkan kesan pendidikan yang baik, agar tidak melakukan kesalahan dua kali pada peristiwa yang sama.

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium :
1.      Aman
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
2.      Mudah dicari.
 Untuk memudahkan mencari letak masing - masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
3.      Mudah diambil.
Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.
Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat, pokok bahasan, golongan percobaan dan bahan pembuat alat :
1.         Pengelompokan alat - alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti : Gaya dan Usaha (Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik, Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
2.         Pengelompokan alat - alat biologi menurut golongan percobaannya, seperti : Anatomi, Fisiologi, Ekologi dan Morfologi
3.         Pengelompokan alat - alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti : logam, kaca, porselen, plastik dan karet.
4.         Jika alat laboratorium dibuat dari beberapa bahan, alat itu dimasukkan ke dalam kelompok bahan yang banyak digunakan.
Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal - hal di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.         Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
2.          Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
3.         Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
4.         Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu.
5.         Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
6.         Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.
Cara menyimpan bahan laboratorium Biologi
Cara menyimpan bahan laboratorium BIOLOGI dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan alat laboratorium. Sifat masing-masing bahan harus diketahui sebelum melakukan penyimpanan, seperti :
1. Bahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastik.
2. Bahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca.
3. Bahan yang dapat berubah ketika terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening.
4. Bahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya.
5. Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil, jangan dikembalikan pada botol induk. Hal ini untuk menghindari rusaknya bahan dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak murni lagi.
6. Bahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik masing-masing bahan.
Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya
Mengelompokkan bahan kimia berbahaya di dalam penyimpanannya mutlak diperlukan, sehingga tempat/ruangan yang ada dapat di manfaatkan sebaik-baiknya dan aman. Mengabaikan sifat-sifat fisik dan kimia dari bahan yang disimpan akan mengandung bahaya seperti kebakaran, peledakan, mengeluarkan gas/uap/debu beracun, dan berbagai kombinasi dari pengaruh tersebut.
Keselamatan Kerja Di Laboratorium
Kecelakaan dapat terjadi dalam setiap kegiatan manusia. Kecelakaan merupakan suatu kejadian di luar kemamapuan manusia, terjadi dalam sekejap dan dapat menimbulkan kerusakan baik jasmani maupun jiwa. Kegiatan yang membahayakan sering terjadi di laboratorium, tetapi hal ini tidak harus membuat kita takut untuk melakukan kegiatan di laboratorium.
1. Sumber Terjadinya Kecelakaan
Terjadinya kecelakaan dapat disebakan oleh banyak hal, tetapi dari analisis terjadinya kecelakaan menunjukkan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan di laboratrorium :
a)      Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan kimia dan proses-proses serta kperlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium.
b)      Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan laboratorium.
c)      Kurangnya bimbingan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan
kegiatan laboratorium.
d)    Kuranganya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorim.
e)    Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati.
f)    Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.
g)   Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan. Terjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi sampai tingkat paling minimal jika setiap orang yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya.
2. Kecelakaan yang Sering Terjadi di Laboratorium
a)    Luka bakar
b)    Luka karena benda tajam dan benda tumpul
c)    Cedera pada mata, seperti : - kelilipan (benda kecil masuk mata) - luka di mata - luka kelopak mata - tersiram bahan kimia
d)   Keracunan
 3. Perlengkapan Keselamatan Kerja
Perlengkapan keselamatan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu :
a)    Perlengkapan yang digunakan untuk perlindungan diri dan alat-alat laboratorium dalam kasus darurat dan peristiwa yang tidak biasa.
b)   Perlengkapan yang digunakan sehari-hari sebagai perlindungan untuk mengantisipasi bahan-bahan yang diketahui berbahaya.
Dalam bekerja juga perlu menggunakan perlengkapan keselamatan pribadi sebagai perlindungan untuk mencegah luka jika terjadi kecelakaan. Beberapa perlengkapan pribadi yang biasa digunakan adalah:
a. Jas laboratorium, untuk mencegah kotornya pakaian.
b. Pelindung lengan, tangan, dan jari untuk perlindungan dari panas, bahan kimia, dan bahaya lain.
c. Pelindung mata digunakan untuk mencegah mata dari percikan bahan kimia.
d. Respirator dan lemari uap.
e. Sepatu pengaman, untuk menghindari luka dari pecahan kaca dan tertimpanya kaki oleh benda-benda berat.

f. Layar pelindung digunakan jika kita ragu akan terjadinya ledakan dari bahan kimia dan alat-alat hampa udara.
Penanganan kebakaran di laboratorium
Di laboratorium sangat mungkin terjadi kebakaran. Kebakaran dilaboratorium dapat disebabkan oleh arus pendek, pemanasan zat yang mudahterbakar atau kertas yang berserakan di atas meja pada saat ada api. Untukmenghindari hal tersebut lakukan hal berikut.
a. Hindari penggunaan kabel yang bertumpuk pada satu stop kontak
b. Gunakan penangas bila hendak memanaskan zat kimia yang mudah terbakar
c. Bila hendak bekerja dengan menggunakan pembakaran (api) jauhkan alat/bahan yang mudah terbakar (misal kertas, alkohol) dan bagi siswa perempuan yang berambut panjang untuk diikat
d. Gunakan alat pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran Diitinjau dari aspek kimia, api merupakan proses oksidasi gas yangberlangsung "hebat" sambil melepaskan energi yang cukup besar sehinggagas yang bereaksi tersebut memancarkan cahaya.
Berdasarkan konsep segitiga api, maka untuk memadamkan apiadalah menghilangkan salah satu (atau lebih dari satu) dari ketiga faktor yangmemungkinkan api itu ada, yaitu:
a. Menghentikan pasokan bahan bakar
b. Menurunkan suhu sampai di bawah suhu penyulutan
c. Menghentikan pasokan oksigen Bila di laboratorium terjadi kebakaran, harus segera diatasi dengan caraseksama dan jangan panik. Gunakan alat pemadam kebakaran yang telah disediakan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Jika baju/pakaian yang terbakar, korban harus merebahkan dirinya sambil berguling-guling. Jika ada selimut tutuplah pada apinya agar cepat padam. Jangan sekali-kali membiarkan korban berlari-lari karena akan memungkinkan terjadinya kebakaran yang lebih besar.
b. Jika terjadi kebakaran kecil, misalnya terbakarnya larutan dalam gelas kimia atau dalam penangas, tutuplah bagian yang terkena api dengan karung atau kain basah.
c. Jika terjadi kebakaran yang besar, gunakan alat pemadam kebakaran. Kemudian sumber-sumber yang dapat menimbulkan api, misalnya listrik, gas, kompor, agar segera dimatikan dan jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar.
d. Jika terjadi kebakaran karena zat yang mudah terbakar (pelarut organik) untuk mematikan jangan menggunakan air, karena hal itu akan menyebabkan apinya lebih besar dan menyebar mengikuti air. Untuk mematikannya gunakanlah pasir atau tabung pemadam kebakaran.


BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.      Biologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup . makhluk hidup tersebut terdiri atas berjuta-juta sel dalam tubuhnya. Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh struktur-struktur interselluler.
2.      Manfaat Ilmu Biologi
a. Biologi sebagai Ilmu Murni
b. Manfaat bidang Pertanian
c. Manfaat bidang Proteksi Tanaman Pertanian
d. Biologi dalam Kesehatan
e. Biologi dalam Kedokteran.
f. Biologi dalam Farmasi (obat-obatan).
g. Biologi dalam Kaitannya dengan Ekologi
3.      Pendekatan dalam mempelajari Biologi
a. Mengobservasi
b. Menggolongkan
c. Menafsirkan
d. Memperkirakan
e. Mengajukan Pertanyaan
f. Mengidentifikasi Variabel
4.      Sumber Terjadinya Kecelakaan
Terjadinya kecelakaan dapat disebakan oleh banyak hal, tetapi dari analisis terjadinya kecelakaan menunjukkan bahwa hal-hal berikut adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan di laboratrorium :
a. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan-bahan kimia dan proses-proses serta kperlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium.
b. Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan laboratorium.
c. Kurangnya bimbingan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan
kegiatan laboratorium.
d. Kuranganya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorim.
e. Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati.
f. Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.
g. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan. Terjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi sampai tingkat paling minimal jika setiap orang yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya.

B.     Saran
Ilmu biologi merupakan ilmu yang berkaitan langsung dengan kita semua bagi manusia. Dari segi manfaat, ilmu biologi juga mempunyai sangat banyak manfaat. Oleh karena itu, kami sebagai penulis menyarankan kepada seluruh pembaca agar lebih memahami dan mempelajari bagaimana ruang lingkup Biologi.











DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/search?q=makalah+ruang+lingkup+biologi&rlz=1C1AOHY_idID798ID798&oq=makalah+ruang+&aqs=chrome.2.69i57j0l5.4680j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://www.google.co.id/search?biw=1366&bih=618&tbm=isch&sa=1&ei=4oZeXa7rBcnHvgT-n4rQBw&q=Ruang+Lingkup+Biologi&oq=Ruang+Lingkup+Biologi&gs_l=img.12..0l10.788628.788628..789976...0.0..0.93.93.1......0....2j1..gws-wiz-img.VsBBZ4Dr8Vg&ved=0ahUKEwiu5J3tuZbkAhXJo48KHf6PAnoQ4dUDCAY#imgrc=HHCSkiqaQubnnM:
http://ajiezaenulamry.blogspot.com/2015/08/makalah-tentang-ruang-lingkung-biologi.html
http://mytreasure18.blogspot.com/2016/08/makalah-ruang-lingkup-biologi.html
http://makalahqu.blogspot.com/2015/12/makalah-biologi-kelas-x-bab1-ruang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar