CONTOH CERAMAH MENUTUP AURAT TERLENGKAP

                                                                 MENUTUP AURAT

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

اَلْحَمْدُ للهِ وَالشُّكْرُلِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ سَيّدِ نَا وَمَوْلَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ, اَمَّا بَعْدُة


Hadirin yang saya hormati

Marilah kita ucapkan syukur kepada Allah atas segala limpahan rahmatNya, dan sampai sekarang kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar.

Sholawat ma'assalam senantiasa kita curahkan kepada baginda nabi Muhammad SAW, dan kita semua menantikan syafaatnya di hari kiamat. Amin.

Hadirin yang saya hormati

Islam adalah agama rohmatan lil'alaim, disamping itu Islam juga memiliki aturan yang harus dijalankan oleh umatnya, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, mulai dari makan, minum, mandi, berbicara, berpakaian, dan lain sebagainya.

Bebicara dengan pakaian kita pasti tertuju pada aurat, aurat ini merupakan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh yang bukan mahramnya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Islam secara tegas melarang umatnya membuka aurat, memamerkan aurat. Yang sudah titetap kan batasan auratnya, yaitu batas aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut, sedangkan wanita adalalah semua anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah saja.

Hadirin yng saya hormati

Zaman sekarang kita sering jumpai kaum wanita yang tidak menutup aurat, entah agama mereka apa.  Tidak berjilab, menggunakan celana ketat, astaghfirullahal'adzim. Semoga saja para generasi mudi Islam selalu menutup aurat.

Allah telah berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 59.


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا


“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.” (QS. Al-Ahzab : 59)

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa wanita harus menutup auratnya, dengan berjilbab dan menggunakan pakaian yang sopan, agar tidak diganggu oleh kaum lelaki yang jahat. Hal ini telah kita buktikan, biasanya wanita yang pakaiannya seksi akan digoda oleh para lelaki ketimbang wanita yang berpakaian sopan.

Islam secara tegas telah menetapkan batas-batas penutupan aurat bagi laki-laki dan perempuan. Islam mewajibkan kaum laki-laki menutup auratnya dengan pakaian yang sopan, diutamakan dari pusar hingga lutut, sedangkan bagi wanita, diwajibkan menutup seluruh anggota badannya, kecuali wajah dan telapak tangannya.

          Jika dilihat dari banyak kasus seperti pelecehan akhlaq, kemesuman, dan perzinahan, salah satu sebabnya ialah karena kebebasan wanita memakai pakaian yang tidak sopan. Ajaran Islam sungguh merupakan suatu solusi alternatif yang paling tepat.

          Pakaian barat yang dirancang bukannya untuk menutup aurat, tetapi untuk mendatangkan syahwat. Menghias diri memakai make-up bukannya untuk suami di rumah, tetapi ditunjukkan untuk menarik perhatian orang di jalan atau pertemuan umum. Selera hidup mereka pun karena tidak dibimbing oleh agamadan lebih terdorong oleh hawa nafsunya telah menyebabkan budaya mode-mode pakaian mereka yang serba wah, mewah dan memancing nafsu.

          Akibatnya, pergaulan antara pria dan wanita cenderung tidak mengenal kehormatan diri dan tidak lagi didasari oleh iman dan akhlaq yang terpuji. Duduk-duduk berduaan dengan lain jenis di tempat sunyi amat mudah dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja. Sehingga, perbuatan zina pun seakan-akan sudah tidak dianggap sebagai suatu kejahatan, selama hal itu dilakukan dengan dasar suka sama suka antara yang bersangkutan.

          Sikap dan perilaku tidak terhormat seperti yang digambarkan tadi sangat dibenci oleh Islam. Sehingga untuk mencegah dan menangkalnya, islam telah mensyariatkan pemakaian jilbab bagi wanita muslim.

          Allah Swt, berfirman :

          “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.” (QS. Al-Ahzab : 59)

          Ayat ini menegaskan bahwa wanita-wanita mukmin diperintah untuk menjulurkan jilbabnya, yakni memakai hijab untuk menutup auratnya. Adapun yang dimaksud dengan jilbab atau hijab itu adalah sejenis baju kurung dengan kerudung yang longgar bentuknya, yang didesain supaya dapat menutup kepala, muka, dan dada. Model pakaian seperti itu sudah umum dipakai oleh kaum muslimah karena merupakan simbolpenampilan wanita pribadi yang sholihah.

          Rosulullah Saw, bersabda : “Hai Asma’, sesungguhnya wanita itu bila sudah menstruasi (baligh) tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Dan beliau menunjukkan muka dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah).

          Syariat Islam mewajibkan wanita,mengenakan jilbab, yakni berpakaian yang benar-benar menutup aurat, tidak lagi agar kaum wanita tidak terjerumus menjadi alat penggoda bagi stan untuk melecehkan akhlaq dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan pakaian yang sesuai dengan kaidah Islam itu, setidaknya akan melindungi pemakainya dari godaan setan yang jelalatan di jalanan. Bagi wanita yang memakai jilbab pada umumnya bisa merasakan adanya semacam kendali diri untuk tidak melakukan hal-hal yang terlarang dan dicela oleh syara. Dengan kata lain, jilbab dapat dikategorikan sebagai pengontrol perilaku wanita guna menyelamatkan kehormatan dirinya dari berbagai macam godaan dan rongrongan setan.

          Disamping itu, dengan tertutupnya aurat, wanita muslim tidak mudah dijadikan permainan oleh orang-orang yang berniat jahat, terutama kaum laki-laki yang mata keranjang dan suka mengganggu kehormatan kaum hawa. Di dalam tubuh wanita diibaratkan ada perhiasan yang harus dijaga. Jiga dijaga dengan penutup yang rapat, niscaya perhiasan tersebut akan mudah jadi sasaran kerlingan mata siapa saja. Jadi sangat berbeda dengan kaum wanita yang mengumbar auratnya dimuka umum dengan pakaian yang tak senonoh. Kelompok wanita ini seperti biasanya, akan mudah dituduh sebagai wanita yang tidak berakhlaq mulia dan berselera rendah.

          Rosulullah Saw, bersabda : “Seseorang wanita yang menanggalkan pakaiannya diluar rumah, yakni membuka auratnya untuk laki-laki lain, maka Allah Azza wa Jalla akan mengelupaskan kulit tubuh si wanita itu.” (HR. Imam Ahmad, Thabrani, Hakim dan Bahaki)

          Hadirin yang berbahagia

          Dari uraian tadi dapat disimpulkan bahwa, untuk menjaga kehormatan seorang muslimah maka ia diwajibkan menjaga auratnya dengan memakai hijab. Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kesalahan. Wallahul-muwaffik Ilaa akwamit-Thoriq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar